Reporter: Anas Abdul Kadir | Editor: Supiansyah
TANA PASER - Polsek Long Ikis berhasil mengungkap penyalahgunaan dan peredaran narkotika sebanyak 15 kasus pada periode Februari hingga Juni 2021.
Kapolsek Long Ikis, IPTU Hermawan menjelaskan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kecamatan Long Ikis sangat mengkhawatirkan. Dari 26 desa/kelurahan yang ada semuanya sudah masuk narkoba.
"Semua lapisan masyarakat dengan berbagai latar belakang pekerjaan pendidikan terlibat dalam kasus peredaran narkoba, baik itu hanya sebagai pengguna sampai pada pengedar," kata Hermawan, Selasa (6/7/2021).
Dikatakan dia, Polsek Long Ikis setiap bulan selalu mengungkap kasus narkoba, dan itu terjadi di hampi seluruh desa yang ada di Long Ikis.
Peredaran narkoba, tidak hanya menyasar di desa yang dekat dengan perkotaan, namun juga hingga ke pelosok. "Peredaran narkoba di Long Ikis banyak pemakai terutama di pelosok-pelosok desa," ujarnya.
Ia mengharapkan peran aktif seluruh kepala desa dalam pencegahan dan peredaran narkoba. Karena sangat merusak generasi penerus bangsa.
"Supaya menjadi atensi seluruh kades untuk berperan aktif di wilayahnya dalam pemberantasan penyalahgunaan narkoba," tandasnya.
Dari 15 kasus yang berhasil diungkap, katanya, semuanya telah dilimpahkan ke Polres Paser. Dari itu semua rata-rata pengguna, dan masih dalam penyelidikan lanjutkan.
"Yang jelas semua desa masuk, dari informasi yang kita petakan ada beberapa jaringan yang sama dari hasil penangkapan, dan masih dalam proses Penyelidikan. Kami juga melibatkan Koramil dan seluruh steakholder yang ada dalam pengungkapan," sebutnya.
Danramil 0904-04/LKS Lettu Inf Eko Edy Santoso, mengatakan peredaran narkoba di Long Ikis sangat mengkhawatirkan, untuk itu TNI terus melakukan sosialisi atau imbuan mengenai bahaya narkoba.
"Di sini yang berperan untuk wilayah desa terutama Babinkamtibmas, dan Babinsa. Jika petugas mendapatkan informasi langsung dilakukan penyelidikan," katanya.
Keterlibatan, semua pihak tentunya, untuk menjaga generasi penerus bangsa. Ia mengimbau agar semua pihak terlibat dalam pencegahan penggunaan narkoba. "Say no to drug," sebut Danramil.

