Reporter: Muhammad Luthfi | Editor: Bambang Irawan
TANA PASER - Jalur lintas antar desa dari Desa Lomu menuju Desa Tanjung Aru, Kecamatan Tanjung Harapan, Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), rusak parah hingga tak bisa dilewati kendaraan.
Kondisi jalan rusak ekstrim tersebut hanya bisa dilalui kendaraan dengan spesifikasi off-road. Seperti mobil 4x4 dan motor trail.
Kerusakan jalan jalan itu sudah terjadi sejak sebulan terakhir, sejak curah hujan meningkat.
Adapun segmen jalan yang rusak ekstrim, adalah segmen dari Desa Lomu menuju Desa Pengguren Jaya, Kecamatan Batu Engau.
Kemudian, dari Desa Segendang menuju Desa Keladen dan Desa Senipah. Serta dari Dusun Ipi menuju Desa Tanjung Aru.
“Kalau jalan di desa itu bagus. Ada yang sudah pengerasan dan ada yang sudah rigid. Tapi kalau jalan antar desa, rusak parah, kembali sama seperti sebelum diperbaiki. Kondisi seperti sudah sekitar satu bulanan,” kata salah satu warga, Udin, Rabu (29/1/2025).
Kerusakan jalan tersebut diperparah karena adanya truk angkutan sawit komersial dan juga pribadi. Terlebih, kendaraan perusahaan di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) juga melewati jalur tersebut, akibat jalur utama menuju perusahan mereka juga rusak parah.
Tentu dengan jalan rusak tersebut, operasional mobilisasi logistik bisa membengkak. Belum lagi ditambah dengan waktu yang terbuang di jalan akibat kendaraan yang tak bisa lewat.
Dengan demikian, masyarakat meminta kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Paser untuk tanggap darurat dan segera melakukan tindakan. Agar mobilisasi logistik kembali lancar dan perekonomian masyarakat kembali stabil.
“Kami berharap pemerintah dapat membuat kebijakan yang baik untuk persoalan. Secepatnya membuat keputusan untuk memperbaiki jalur itu, agar mobilisasi kembali normal,” tuturnya.

