Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan
Banner ADV

DPRD Kembali Soroti Lemahnya Penegakan Perda Terhadap Anjal dan Gepeng di Samarinda

Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Aris Mulyanata (foto : Ayu/Pusaranmedia.com)

BERITA TERKAIT

    Banner ADV

    DPRD Kota Samarinda

    DPRD Kembali Soroti Lemahnya Penegakan Perda Terhadap Anjal dan Gepeng di Samarinda

    PusaranMedia.com

    Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Aris Mulyanata (foto : Ayu/Pusaranmedia.com)

    Banner ADV

    DPRD Kembali Soroti Lemahnya Penegakan Perda Terhadap Anjal dan Gepeng di Samarinda

    Anggota Komisi I DPRD Kota Samarinda, Aris Mulyanata (foto : Ayu/Pusaranmedia.com)

    Reporter : Ayu Norwahliyah | Editor : Buniyamin

    SAMARINDA – Keberadaan anak jalanan (Anjal) dan gembel pengemis (Gepeng) di Kota Samarinda masih menjadi permasalahan, meski sudah ada Peraturan Daerah (Perda) yang melarang pemberian uang kepada mereka. 

    Lemahnya penegakan aturan dinilai menjadi penyebab utama praktik ini terus berlanjut, terutama di kawasan tepian Mahakam.

    Anggota Komisi I DPRD Samarinda, Aris Mulyanata menyoroti masih banyaknya masyarakat yang memberikan uang kepada pengemis dan pengamen, ini membuat fenomena tersebut sulit dihilangkan.

    “Perda sudah jelas mengatur larangan ini, tetapi realitanya pengemis dan pengamen masih marak, termasuk tukang bersih kaca di lampu merah yang bahkan bukan berasal dari warga lokal,” ujarnya.

    Ia juga membandingkan kondisi ketertiban di beberapa titik. Sebab, kawasan Makam Garden lebih tertib dibandingkan dengan tepian Mahakam, yang sering dipenuhi pengamen hampir setiap saat.

    Sebagai langkah konkret, Aris mengusulkan pemanfaatan CCTV di berbagai titik lampu merah sebagai sarana pengawasan. 

    Ia juga menyarankan agar operator CCTV yang terhubung dengan aplikasi Samarinda Government lebih aktif memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak memberikan uang kepada pengemis dan pengamen.

    “Operator CCTV bisa memberikan peringatan kepada masyarakat agar tidak memberikan uang kepada pengemis dan pengamen,” katanya.

    Dirinya berharap agar pengawasan bisa lebih diperketat guna menciptakan kenyamanan bagi masyarakat Samarinda saat beraktivitas di ruang publik.

    “Saya harap ada pengawasan yang lebih ketat agar hal seperti ini tidak marak di Samarinda,” tutupnya.(Adv)