Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

Bagus Susetyo Sebut Program Makan Bergizi Gratis di Balikpapan Berjalan Bertahap

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

BERITA TERKAIT

    Diskominfo Balikpapan

    Bagus Susetyo Sebut Program Makan Bergizi Gratis di Balikpapan Berjalan Bertahap

    PusaranMedia.com

    Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

    Bagus Susetyo Sebut Program Makan Bergizi Gratis di Balikpapan Berjalan Bertahap

    Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

    Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan

    BALIKPAPAN - Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih berjalan dan akan terus dikembangkan. 

    Ini disampaikannya usai rapat paripurna DPRD sebagai tanggapan terhadap sindiran Fraksi PDIP yang menyentil program ini melalui pantun, sembari mengingatkan arahan Presiden Prabowo Subianto agar program tersebut dijalankan.

    "Tadi sempat disinggung masalah MBG, kita tetap monitor karena ada beberapa hal berkaitan dengan koordinasi dan prosedurnya," kata Bagus, Senin (14/4/2025).

    Ia menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan tidak ingin terburu-buru dalam menjalankan program tanpa persiapan yang matang. 

    "Kita tidak mau gegabah, tapi kemudian tidak berjalan dengan lancar. Kemarin sempat dibantu oleh TNI-Polri dan itu sudah berjalan," ujarnya.

    Saat ini, kata dia, program MBG telah diterapkan di tiga titik sekolah dengan jumlah peserta didik mencapai 3.000 anak per titik. 

    Rencananya, program ini akan kembali digelar pada 18 April mendatang dengan cakupan wilayah yang diperluas.

    "Kemungkinan di tanggal 18 nanti akan ada lagi program MBG," bebernya.

    Ia mengungkapkan pelaksanaan program ini dilakukan secara bertahap, mengingat masih ada sejumlah regulasi dan kesiapan teknis yang perlu dipenuhi, termasuk urusan pengadaan dan distribusi makanan yang sesuai standar gizi.

    “Pemerintah pusat sudah menyampaikan bahwa MBG adalah program prioritas dan dananya telah disiapkan. Namun dalam pelaksanaannya, perlu prosedur dan legalitas yang jelas,” jelasnya.

    Ia menambahkan, pendataan sedang dilakukan untuk menentukan lembaga pendidikan tambahan yang layak menjadi lokasi pelaksanaan program MBG berikutnya. 

    Seluruh proses ini berada di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional (BGN) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di tingkat provinsi.

    Menurutnya, keterlibatan berbagai lembaga menjadi penting agar pelaksanaan program tidak hanya sekadar memenuhi target, tetapi juga tepat sasaran dan berkelanjutan. 

    "Kita ingin hasilnya benar-benar dirasakan anak-anak, bukan hanya kegiatan simbolis semata," tegasnya.

    Selain itu, Bagus juga menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat, termasuk orang tua murid dan pihak sekolah, sangat diperlukan untuk mengawasi dan memastikan program ini berjalan dengan transparan. 

    "Kami berharap ke depan program ini dapat menjadi bagian dari gerakan nasional dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sejak dini. Apalagi kita sudah sahkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Layak Anak yang sejalan dengan program MBG," harapannya. (Adv)