Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan
TANJUNG REDEB – Naiknya harga bahan pangan di Kabupaten Berau seperti cabai dan sayuran menjadi perhatian serius Anggota DPRD Berau, Sri Kumalasari.
Sebagai bentuk solusi konkret, ia mengajak masyarakat dan instansi pemerintah untuk mulai menerapkan konsep kebun mandiri di lingkungan masing-masing, Minggu (4/5/2025).
Menurutnya, berkebun secara mandiri di halaman rumah atau pekarangan yang tersedia bisa menjadi langkah sederhana namun efektif untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasar.
“Dimulai dari bahan pangan yang sering naik seperti cabai dan sayuran, itu bisa ditanam sendiri. Jadi hasil panennya bisa dipergunakan untuk kebutuhan rumah tangga,” ungkapnya.
Ia menilai jika berkebun mandiri ini bisa dipelopori oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terlebih dahulu, lalu menjadi contoh bagi masyarakat luas. Meski tidak instan, namun ia yakin jika dilakukan secara berkelanjutan, hasilnya akan sangat terasa.
“Namanya juga berkebun, tidak bisa langsung panen. Tapi kalau sudah berjalan, masyarakat bisa menghemat pengeluaran belanja harian, bahkan mungkin tak perlu beli sayur ke pasar,” tambahnya.
Selain untuk konsumsi pribadi, hasil kebun juga berpotensi menjadi sumber penghasilan tambahan, khususnya bagi keluarga dengan lahan cukup luas. Ia menekankan bahwa sayuran adalah komoditas yang cepat laku di pasar karena permintaan yang stabil.
Sri Kumalasari juga menambahkan, kebun mandiri dapat menjadi pendukung ketersediaan pangan lokal, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Kalau produksi dari petani lokal dan masyarakat sendiri mencukupi, maka kita tidak perlu terlalu banyak impor dari luar. Ini juga bisa menjaga kestabilan harga di pasar,” pungkasnya. (Adv)


