Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

KRI Tawau Maksimalkan Perlindungan untuk WNI di Sabah Malaysia

Kepala KRI Tawau Aris Heru Utomo (Foto: KRI Tawau)

BERITA TERKAIT

    Kalimantan Utara

    KRI Tawau Maksimalkan Perlindungan untuk WNI di Sabah Malaysia

    PusaranMedia.com

    Kepala KRI Tawau Aris Heru Utomo (Foto: KRI Tawau)

    KRI Tawau Maksimalkan Perlindungan untuk WNI di Sabah Malaysia

    Kepala KRI Tawau Aris Heru Utomo (Foto: KRI Tawau)

    Reporter: Diansyah | Editor: Buniyamin

    NUNUKAN - Upaya perlindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berada di wilayah Sabah, Malaysia, menjadi perhatian serius Pemerintah Indonesia melalui Konsulat Republik Indonesia (KRI) di Tawau.

    Ini merespons maraknya deportasi yang dilakukan Pemerintah Malaysia terhadap warga negara asing yang tidak memiliki dokumen resmi, termasuk WNI.

    Kepala KRI Tawau, Aris Heru Utomo menegaskan, pemerintah tidak membedakan antara WNI yang memiliki dokumen lengkap (prosedural) maupun yang tidak memiliki dokumen (nonprosedural). KRI Tawau tetap memberikan perlindungan maksimal kepada seluruh WNI yang berada di wilayah kerjanya.

    “Kami tidak melihat mereka dari sisi prosedural atau tidak prosedural. Kami bantu semaksimal mungkin. Jadi, selain upaya pencegahan yang dilakukan di dalam negeri, kami juga aktif memberikan pelayanan langsung kepada PMI di tempat mereka bekerja,” ujar Aris.

    Salah satu langkah konkret perlindungan yang dilakukan adalah dengan memberikan pelayanan dokumen keimigrasian secara langsung kepada WNI di lapangan. Tim KRI Tawau secara rutin melakukan kunjungan ke wilayah-wilayah yang menjadi konsentrasi PMI, terutama di sektor perkebunan.

    “Setiap pekan kami melakukan pelayanan keliling dengan mendatangi langsung lokasi perkebunan. Biasanya kami bekerja sama dengan agen tenaga kerja yang mendata WNI yang dokumennya akan habis masa berlaku,” ujarnya.

    Selain dokumen keimigrasian untuk PMI, KRI Tawau juga memberikan pelayanan pencatatan kelahiran bagi anak-anak WNI yang lahir dan besar di Sabah. Pelayanan ini dilakukan dengan syarat dokumen pendukung orang tua yang lengkap.

    Menurut Aris, data dari pelaksanaan pemilu 2019 lalu mencatat sekitar 172.000 jiwa WNI berada di Sabah. Namun, berdasarkan verifikasi data yang dilakukan KRI Tawau dalam dua tahun terakhir, jumlah yang terdata secara valid mencapai sekitar 58.000 jiwa.

    “Sebanyak 78 persen WNI di Sabah bekerja di sektor perkebunan, sedangkan sisanya tersebar di sektor informal lainnya,” ungkap Aris.

    KRI Tawau berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan dan perlindungan terhadap WNI, baik melalui pendekatan pelayanan langsung maupun penguatan koordinasi dengan berbagai pihak di lapangan.