Reporter: Anas Abdul Kadir | Editor: Supiansyah
TANA PASER - Ketua DPC Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Paser, Nasri akui cukup puas atas kinerja Bupati Paser, Fahmi Fadli dan Wakil Bupati Paser, Syarifah Masitah Assegaf dalam lima bulan terakhir menjabat sebagai kepala daerah.
"Kepempinan Bupati dan Wakil Bupati Paser dalam jangka waktu lima bulan terakhir, hasilnya cukup memuaskan. Terbukti janji politik sewaktu kampanye mulai terlihat hasilnya," puji Kades Olong Pinang tersebut.
Capaian yang paling menonjol, jelas dia, yakni peningkatan infrastruktur jalan di berbagai desa yang selama ini jarang tersentuh pembenahan. Seperti halnya perbaikan jalan penghubung Kerang-Tanjung Aru, sudah diperbaiki dan saat ini masih dalam pengerjaan penyelesaian.
Penyiapan anggaran perbaikan dari berbagai sumber anggaran, menjadi bukti nyata keseriusan Fahmi-Masitah untuk menangani infrastruktur sesuai program prioritasnya. Selain itu, pembenahan jalan penghubung Lomu-Biu, Pait-Muara Lambakan, yang selalu menjadi isu menarik sewaktu pilkada 2020, hingga saat ini.
"Untuk jalan Lomu-Biu, informasnya akan masuk di APBD-P 2021. Kemudian Pait-Muara Lambakan, saat ini sudah progres pengerjaan," akunya.
Hal lain yakni, program BPJS gratis yang sudah tuntas, meskipun masih ada pembenahan data dan penambahan jumlah kepesertaan.
Nasri juga berujar romantisme pasangan, kepala daerah semakin nyata terlihat. Apabila mereka berkunjung ke desa-desa. Meraka selalu hadir secara bersama. Dalam berbagai agenda kegiatan, baik agenda kecil maupun besar mereka selalu hadir.
"Apabila ada keluhan di masyarakat baik melalui WA maupun media sosial mereka berdua langsung respon dan turun ke lapangan. Ini merupakan gaya kepemimpinan yang memang sangat diharapkan masyarakat Paser," ucap Nasri, Sabtu (31/7/2021).
Ia menilai apa-apa yang dilakukan oleh Bupati maupun Wakil Bupati Paser, bukan sebagai pencintraan belaka. Melainkan menjawab segala kebutuhan masyarakat, yang sudah dipercayakan terhadap mereka.
"Bila mereka melakukan di dekat dengan pemilihan itu bisa dikatakan pencitraan. Namun ini baru saja menjabat lima bulan sudah banyak pencapaiannya. Kemudia, tingkat kemenangan mereka mecapai 100 persen di semua kecamatan. Artinya mereka memang ditunggu disetiap momen apapun," dia menjelaskan.
Dia berkeyakinan apabila pada 2021 ini, program kerjanya sudah banyak yang terealisasi. Maka di 2022 capian rencana kerjanya bisa sampai 40 persen dari target yang ditentukan.
Di sisi lain, ia pun turut meminta terhadap pemerintah daerah untuk menambah anggaran desa yang saat ini mengalami pengurangan hingga Rp200 juta per desa.
Meskipun begitu, ia mengakui pemerintah daerah sedang mengalami kesulitan anggaran juga, bukan berarti desa tidak mendapatkan porsi tambahan pada APBD-P 2021.
"Banyak desa mengalami defisit anggaran. Saya harapakan bupati dan wakil bupati dapat mengakomodir kekurangan tersebut pada anggaran perubahan 2021 ini," harapnya.

