Reporter: Muhammad Luthfi | Editor: Bambang Irawan
TANA PASER - Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Tanah Grogot menggelar Pelatihan Pembuatan Bakpia serta Strategi Marketing Produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), bagi petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Kegiatan ini ditujukan untuk memberikan bekal keilmuan dalam membuat bakpia dan marketing atau pemasaran produk yang dihasilkan kepada WBP. Supaya ketika mereka telah menyelesaikan masa pidananya, memiliki bekal untuk menjalani kehidupan baru yang lebih baik.
“Ketika WBP sudah bebas, namun masih berkecimpung dengan pekerjaan yang bersinggungan dengan hukum, itu disebabkan kurangnya pengalaman atau ilmu yang dimiliki WBP tersebut untuk berusaha dan bertahan hidup,” kata Kepala Rutan Tanah Grogot, Yusuf Mukharom, Senin (21/7/2025).
Yusuf menyebut dalam pelaksanaan pelatihan tersebut, terdapat 30 WBP yang menjadi peserta bersama dengan sejumlah petugas Rutan Tanah Grogot. Berlangsung di aula Rutan Tanah Grogot, belum lama ini.
Dalam acara itu, Rutan Tanah Grogot menghadirkan narasumber dari UMKM Bakpia 99, Bank Sampah Binsik Paser, serta dari perwakilan Pemberdayaan Perempuan Kabupaten Paser. Sejumlah pemateri tersebut, merupakan UMKM yang bisa dikatakan sukses dalam mengelola usahanya.
Pemilik UMKM Bakpia 99, Isyanto menambahkan, kehadirannya dalam acara itu untuk memberikan ilmu pembuatan bakpia dan strategi marketing untuk memasarkan produk-produk yang dihasilkan.
“Melalui pelatihan ini, sejumlah WBP dan sejumlah petugas mendapatkan ilmu tentang pembuatan bakpia. Ya setidaknya mereka memiliki ilmu dasar dalam pembuatan bakpia,” tambahnya.
Selain itu, dirinya juga memberikan motivasi kepada WBP, untuk lebih semangat membangun usaha. Meski harus membutuhkan kesabaran, waktu dan konsisten, tapi usaha menjadi salah satu alternatif sumber pendapatan yang bernilai positif.
“Kami juga memberikan motivasi kepada WBP, agar tak lagi berurusan dengan hal-hal yang melawan hukum. Sebenarnya usaha itu asik kok. Asalkan benar-benar niat, konsisten dan tidak pernah menyerah, yang disertai dengan kemauan untuk belajar,” ucapnya mengakhiri.

