Reporter : Herdiansyah | Editor : Bambang Irawan
SAMARINDA - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM) Universitas Mulawarman (Unmul) mendesak Rektorat Unmul agar mengevaluasi seluruh proses pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2025.
Menurut mereka, pihak universitas selalu mengambil keputusan dalam pelaksanaan pengenalan mahasiswa secara sepihak tanpa melibatkan perangkat mahasiswa.
Mahasiswa menilai, dinamika kampus saat ini sudah tidak sehat. Unsur kepentingan baik dari aparat hingga pemerintah sangat jelas terlihat. Sehingga perlu dilakukan evaluasi secara menyeluruh.
Ketua BEM KM Unmul, Muhammad Ilham Maulana mengatakan tindakan yang terjadi saat ini di lingkungan universitas dapat merugikan mahasiswa di masa yang akan datang.
"Kita tidak ingin generasi ke depan merasakan hal yang sama. Sehingga kita meminta agar segera ada evaluasi besar-besar terkait problem tersebut," tegasnya.
Selain itu, mahasiswa juga menyoroti terkait tingginya Uang Kuliah Tunggal (UKT) per semester yang dibebankan kepada semua jurusan di universitas.
Wakil Rektor III Unmul, Prof Moh Bahzar berjanji akan menyampaikan semua usulan dan tuntutan mahasiswa ke tingkat yang lebih tinggi, yakni Rektorat Universitas Mulawarman.
"Seperti soal uang kuliah yang disebut mahal. Kami akan evaluasi lagi soal ini," singkatnya di depan puluhan mahasiswa.
Mengenai PPKMB Tahun 2025, kata dia, akan melakukan evaluasi besar-besaran dan berjanji hal serupa tidak akan terjadi di kegiatan selanjutnya.
"Salah satu seperti tidak melibatkan UKM kampus. Nah, kita akan evaluasi agar mereka dilibatkan," tutupnya.

