Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

Proyek Pelabuhan Kenyamukan Masih Butuh Tambahan Lahan Seluas 4,8 Hektare

Kepala Dishub Kutim, Joko Suripto. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

BERITA TERKAIT

    Kalimantan Timur

    Proyek Pelabuhan Kenyamukan Masih Butuh Tambahan Lahan Seluas 4,8 Hektare

    PusaranMedia.com

    Kepala Dishub Kutim, Joko Suripto. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

    Proyek Pelabuhan Kenyamukan Masih Butuh Tambahan Lahan Seluas 4,8 Hektare

    Kepala Dishub Kutim, Joko Suripto. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

    Reporter Siswandi Editor Bambang Irawan 

    SANGATTA – Pembangunan Pelabuhan Kenyamukan di Kelurahan Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara, dipastikan menjadi bagian dari strategi jangka panjang pengembangan ekonomi Kutai Timur (Kutim).

    Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim, Joko Suripto menegaskan pelabuhan tersebut dirancang sebagai pelabuhan pengumpul yang mampu melayani kapal dari berbagai daerah, seperti Surabaya dan Sulawesi.

    “Ini bukan kepentingan Dishub, bukan juga kepentingan kepala daerah. Ini proyek strategis untuk masyarakat Kutai Timur dalam jangka panjang, apalagi sebagai sumber PAD,” ujar Joko Suripto.

    Menurutnya, kelanjutan proyek Multi Years Contract (MYC) akan berlangsung pada 2026 hingga 2028. Tahapan itu mencakup pembangunan gudang terbuka, gudang tertutup, serta terminal penumpang.

    “Memang lahan yang dibutuhkan cukup luas. Reklamasi yang ada sekarang belum cukup. Masih ada kekurangan sekitar 4,8 hektare yang harus diselesaikan. Tapi itu akan kami rancang dalam lanjutan proyek,” jelasnya.

    Dengan alokasi anggaran tahap awal sebesar Rp113 miliar melalui APBD 2024, Dishub berkomitmen menjaga kepercayaan publik meski terdapat dinamika di lapangan.

    “Kami tetap berkomitmen. Kekurangan volume bukan berarti penyimpangan. Ini proses yang bisa dikoreksi, dan kami sudah bergerak cepat untuk memperbaiki,” tegas Joko.