Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

Jalan Poros Sangatta–Bengalon Longsor, Wabup Kutim Desak KPC Turun Tangan

Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi. (Foto: Dok. Prokopim Kutim)

BERITA TERKAIT

    Kalimantan Timur

    Jalan Poros Sangatta–Bengalon Longsor, Wabup Kutim Desak KPC Turun Tangan

    PusaranMedia.com

    Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi. (Foto: Dok. Prokopim Kutim)

    Jalan Poros Sangatta–Bengalon Longsor, Wabup Kutim Desak KPC Turun Tangan

    Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi. (Foto: Dok. Prokopim Kutim)

    Reporter: Siswandi | Editor:  Bambang Irawan 

    SANGATTA – Jalan Poros Sangatta–Bengalon kembali mengalami longsor. Struktur tanah yang dikelilingi area tambang membuat kondisi jalan semakin labil, terutama saat musim hujan. 

    Jalur ini bukan sekadar penghubung geografis, melainkan urat nadi ekonomi yang vital bagi mobilitas masyarakat serta distribusi logistik di Kutai Timur (Kutim) hingga wilayah utara.

    Wakil Bupati Kutim, H Mahyunadi mengatakan longsor ini bukan hanya persoalan infrastruktur, tetapi juga mengancam keselamatan publik. 

    Ia menilai aktivitas penambangan PT Kaltim Prima Coal (KPC) di sisi kiri dan kanan jalan menjadi pemicu utama munculnya sejumlah titik rawan longsor.

    Penilaian ini sejalan dengan pernyataan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud. “Pemerintah Provinsi telah memerintahkan Balai Besar Pengelolaan Jalan Nasional (BBPJN) untuk segera berkoordinasi dengan KPC. Tujuannya mencari solusi cepat dan efektif agar akses jalur vital ini tidak sampai terputus,” jelas Mahyunadi.

    Menurutnya, jika perbaikan hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), maka realisasinya baru bisa terlaksana paling cepat tahun depan. Padahal, kondisi fisik jalan semakin parah sehingga membutuhkan penanganan darurat.

    Oleh karena itu, Mahyunadi menekankan pentingnya peran KPC dalam memberikan intervensi cepat. “KPC memiliki sumber daya, peralatan, dan kapabilitas finansial untuk melakukan perbaikan secara instan,” tegasnya.

    Ia menambahkan, dalam kondisi darurat seperti ini, kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta menjadi sangat krusial agar persoalan jalan poros Sangatta–Bengalon segera teratasi.