Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

Rapat Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2025, Pemkot Bontang Siapkan Sembilan Langkah

Wali Kota Bontang, Agus Haris Pimpin Rapat Percepatan Pertumbuhan Ekonomi. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

BERITA TERKAIT

    Kalimantan Timur

    Rapat Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2025, Pemkot Bontang Siapkan Sembilan Langkah

    PusaranMedia.com

    Wali Kota Bontang, Agus Haris Pimpin Rapat Percepatan Pertumbuhan Ekonomi. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

    Rapat Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2025, Pemkot Bontang Siapkan Sembilan Langkah

    Wali Kota Bontang, Agus Haris Pimpin Rapat Percepatan Pertumbuhan Ekonomi. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

    Reporter: Lutfi Aziz | Editor: Bambang Irawan

    BONTANG – Pemerintah Kota Bontang dihadapkan pada tantangan besar dalam mengejar target pertumbuhan ekonomi positif pada 2025. Pada 2024 lalu ekonomi daerah masih terkontraksi hingga -2,51 persen.

    Situasi itu menjadi salah satu sorotan dalam Rapat Percepatan Pertumbuhan Ekonomi yang dipimpin Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, di Ruang Rapat Utama Kantor Wali Kota, Selasa (9/9/2025). Rapat ini diinisiasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA), dengan melibatkan delapan Kelompok Kerja (Pokja) Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi.

    Berdasarkan Rancangan Akhir RPJMD Kota Bontang 2025–2029, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 1,00–1,15 persen pada tahun 2025. Target ini mengacu pada Perpres Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN yang menekankan pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen, serta arahan Kementerian Dalam Negeri terkait percepatan pemulihan ekonomi daerah.

    Untuk mencapai target tersebut, sembilan langkah percepatan disiapkan, mulai dari percepatan realisasi APBD, peningkatan investasi, pembangunan infrastruktur, pengendalian harga bahan pokok, pencegahan ekspor-impor ilegal, hingga peningkatan produktivitas sektor unggulan.

    Wakil Wali Kota Agus Haris menegaskan bahwa kerja sama lintas OPD menjadi kunci agar langkah percepatan benar-benar berdampak nyata, bukan sekadar laporan administratif.

    "Komunikasi antar-Pokja harus intensif. Bukan hanya mengisi angka dalam laporan, tetapi diwujudkan dengan implementasi nyata di lapangan. Evaluasi juga harus terukur, baik bulanan, triwulan, maupun tahunan,” tegasnya.

    Meski penuh tantangan, Agus Haris tetap optimistis target tersebut bisa dicapai. Ia menilai, rencana aksi yang disusun tiap Pokja dapat menjadi instrumen penting untuk membalikkan kondisi minus menuju pertumbuhan positif.

    Kini, yang menjadi ujian utama adalah bagaimana seluruh OPD konsisten menjalankan program yang sudah dirancang, sehingga percepatan pertumbuhan ekonomi di Bontang tidak hanya sebatas wacana, melainkan benar-benar dirasakan masyarakat.