Reporter : Lutfi Aziz | Editor : Bambang Irawan
BONTANG – Puncak Festival UMKM Berbenah yang digelar di Stadion Bessai Berinta atau Lang-Lang, dipadati ribuan pengunjung hingga membuat arus lalu lintas macet dan area parkir membludak beberapa kilometer dari lokasi, Rabu (10/9/2025)
Salah satu pengunjung, Ayu, mengaku sengaja datang karena penasaran dengan penampilan artis yang sedang viral. “Ada Silet Open Up yang menyanyikan lagu Tabola Bale,” ujarnya singkat.
Namun, tidak semua warga menilai positif kegiatan tersebut. Fitri, warga lokal Kelurahan Api-api, Kota Bontang, mengaku sejak pukul 5 sore sudah melihat keramaian di sekitar stadion. Meski demikian, ia menilai momentum penyelenggaraan festival tidak tepat karena bertepatan dengan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
“Harusnya di bulan Maulid Nabi yang digelar itu majelis salawat, bukan hiburan musik. Apalagi Bontang sudah lama tidak mengadakan salawat bersama,” ucapnya.
Fitri juga menduga sebagian besar pengunjung yang hadir bukan warga lokal. “Saya menduga banyak yang datang dari luar Bontang, makanya stadion sampai penuh sesak,” tambahnya.
Di sisi lain, pihak penyelenggara tetap menegaskan tujuan utama festival adalah untuk mengangkat potensi pelaku usaha lokal.
Kepala DKUMPP Bontang, Asdar Ibrahim, melalui Kabid Koperasi dan Usaha Mikro, Taqwin, menyebut festival yang digelar sejak 7 September ini menghadirkan 100 UMKM dengan produk kuliner, kerajinan, dan fesyen khas Bontang.
“Festival ini menjadi ruang promosi UMKM, sekaligus hiburan bagi masyarakat. Kehadiran artis nasional juga mampu meningkatkan daya tarik dan transaksi pelaku usaha lokal,” jelas Taqwin.
Dengan demikian, Festival UMKM Berbenah meninggalkan catatan ganda: di satu sisi berhasil menarik perhatian masyarakat luas dan memberi dampak ekonomi, di sisi lain menuai sorotan karena dinilai kurang menghargai momentum religius bulan Maulid Nabi.

