Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

Ketua DPRD Kukar Tekankan Pencegahan Dini Atasi Kasus HIV AIDS yang Terus Meningkat

Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)

BERITA TERKAIT

    DPRD Kutai Kartanegara

    Ketua DPRD Kukar Tekankan Pencegahan Dini Atasi Kasus HIV AIDS yang Terus Meningkat

    PusaranMedia.com

    Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)

    Ketua DPRD Kukar Tekankan Pencegahan Dini Atasi Kasus HIV AIDS yang Terus Meningkat

    Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani. (Foto: Aswin/Pusaranmedia.com)

    Reporter: Aswin | Editor: Bambang Irawan

    TENGGARONG – Lonjakan kasus HIV AIDS di Kutai Kartanegara (Kukar) mendapat sorotan tajam dari Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani. 

    Ia menilai kondisi ini tidak bisa dianggap remeh dan mendesak adanya penanganan serius yang terkoordinasi lintas sektor.

    Ahmad Yani menegaskan, data tingginya kasus HIV di Kukar perlu diverifikasi dengan teliti sekaligus diawasi secara ketat. 
    Menurutnya, tenaga medis, rumah sakit, hingga Puskesmas harus terlibat penuh untuk memastikan penanganan pasien berjalan maksimal.

    “Kalau betul data menunjukkan Kukar tertinggi, maka fasilitas kesehatan harus bekerja ekstra untuk mengawasi dan memberikan pengobatan yang tepat,” ujarnya.

    Politisi tersebut mengingatkan, HIV bukan sekadar isu kesehatan biasa. Tanpa pencegahan sejak awal, penyebaran virus bisa meluas dengan cepat. Ia bahkan menyoroti adanya potensi praktik transaksi seksual yang bisa memperparah situasi.

    “Bahaya sekali jika Kukar sampai dijadikan lokasi transaksi seksual. Itu bisa memperbesar risiko penularan dan sulit dikendalikan,” tegasnya.

    Selain intervensi medis, Ahmad Yani menilai pendekatan moral berbasis agama juga penting untuk mencegah masyarakat terjerumus dalam perilaku berisiko. Menurutnya, edukasi keagamaan harus dijalankan sejak dini bagi semua kalangan.

    “Nilai agama harus ditanamkan, baik kepada anak-anak, remaja, maupun orang dewasa, agar mereka terlindungi dari hal-hal yang bisa memicu penularan HIV,” tambahnya.

    Lebih jauh, ia menekankan bahwa pencegahan HIV tidak bisa hanya dibebankan pada rumah sakit. Semua lini harus digerakkan, mulai dari puskesmas, posyandu, hingga struktur masyarakat terkecil seperti RT.

    “Masalah ini tidak boleh dianggap biasa. Kalau dibiarkan, orang sehat pun bisa ikut tertular,” katanya.

    Ahmad Yani memastikan DPRD Kukar akan terus mendesak pemerintah daerah bersama instansi terkait untuk bergerak cepat.

    Ia menekankan, upaya pengobatan harus berjalan seiring dengan langkah pencegahan berbasis edukasi dan penguatan regulasi.

    “Tujuan kita jelas, agar laju penyebaran HIV di Kukar bisa ditekan sedini mungkin,” pungkasnya. (Adv)