Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

Kenakan Busana Adat Bajau, Wakil Bupati Jadi Sorotan di Puncak Hari Jadi Berau

Wakil Bupati Berau, Gamalis bersama sang istri Sri Aslinda saat menghadiri perayaan hari jadi Kabupaten Berau. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

BERITA TERKAIT

    Kalimantan Timur

    Kenakan Busana Adat Bajau, Wakil Bupati Jadi Sorotan di Puncak Hari Jadi Berau

    PusaranMedia.com

    Wakil Bupati Berau, Gamalis bersama sang istri Sri Aslinda saat menghadiri perayaan hari jadi Kabupaten Berau. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

    Kenakan Busana Adat Bajau, Wakil Bupati Jadi Sorotan di Puncak Hari Jadi Berau

    Wakil Bupati Berau, Gamalis bersama sang istri Sri Aslinda saat menghadiri perayaan hari jadi Kabupaten Berau. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

    Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin

    TANJUNG REDEB – Perayaan Hari Jadi ke-72 Kabupaten Berau dan ke-215 Kota Tanjung Redeb tahun ini tak hanya dipenuhi kemeriahan, tetapi juga menjadi ajang unjuk kekayaan budaya lokal. 

    Salah satu sorotan datang kepada Wakil Bupati Berau, Gamalis yang tampil memikat dengan busana adat khas suku Bajau, didampingi istrinya yang juga Ketua TP PKK Berau, Sri Aslinda.

    Baju Bajau dengan dominasi warna hitam dan ornamen khas, penampilan keduanya bukan sekadar memperindah panggung perayaan, melainkan juga membawa pesan simbolis tentang keteguhan dan karakter masyarakat Bajau. 

    Busana tersebut dipersiapkan dengan melibatkan langsung tokoh adat dan masyarakat suku Bajau dari Kampung Tanjung Batu, sehingga setiap detailnya mempunyai makna.

    “Kami ingin memberikan penghormatan sekaligus melestarikan budaya lokal Berau. Karena itu, kami tidak sembarangan, semua atribut dipastikan sesuai dengan nilai adat yang sebenarnya,” ungkap Gamalis.

    Tahun-tahun sebelumnya, Gamalis tampil mengenakan pakaian adat dari suku lain, seperti Ga’ai dari Dayak Tumbit Dayak, Kecamatan Sambaliung.

    Tradisi berganti pakaian adat ini menjadi caranya memperkenalkan keberagaman suku di Bumi Batiwakkal yang terdiri dari Banua, Bajau dan Dayak.

    Tak hanya soal penampilan, Gamalis juga menitipkan pesan khusus kepada generasi muda Berau dan mengingatkan pentingnya kebanggaan terhadap identitas budaya di tengah derasnya arus globalisasi.

    “Jangan biarkan budaya kita hanya menjadi cerita masa lalu. Anak-anak muda Berau harus berani mengenal, mencintai dan melestarikan warisan leluhur,” tegasnya.

    Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya ditunjukkan melalui simbol, tetapi juga melalui pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai luhur yang diwariskan.