Reporter : Lutfi Aziz | Editor : Buniyamin
BONTANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menetapkan target ambisius, yakni mencapai zero pengangguran pada 2029.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam kegiatan sosialisasi dan penyerahan Penghargaan Tata Kelola Perusahaan Layak 2025 yang digelar Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Bontang di auditorium 3 Dimensi.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni bersama Wakil Wali Kota Agus Haris secara simbolis menyerahkan penghargaan kepada 15 perusahaan besar di Bontang, termasuk PT Badak NGL, PT Pupuk Kaltim, dan PT Kaltim Parna Industri.
Namun di balik seremoni ini, acara ini menjadi panggung bagi pemerintah menegaskan arah kebijakan ketenagakerjaan jangka panjang.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris menyoroti pentingnya hubungan harmonis antara pekerja dan perusahaan.
"Pekerja harus dipandang sebagai mitra utama, bukan sekadar buruh. Perusahaan wajib memperhatikan kesejahteraan, tetapi pekerja juga harus menunjukkan kinerja optimal. Keduanya sangat berpengaruh pada keberlangsungan usaha," tegasnya, Rabu (24/9/2025).
Disnaker menekankan perlunya perusahaan lebih transparan terkait kebutuhan tenaga kerja. Dengan begitu, pemerintah bisa menyiapkan SDM lokal yang kompeten agar tidak kalah bersaing dengan tenaga kerja luar.
Aturan tentang komposisi minimal 75 persen tenaga kerja lokal pun kembali ditegaskan.
“Kalau perusahaan terbuka, kami bisa menyusun program pelatihan yang tepat sasaran. Tujuannya jelas: tenaga kerja Bontang harus mendapat prioritas,” terang perwakilan Disnaker, Safa Muha.
Meski penghargaan tata kelola diberikan kepada sejumlah perusahaan, Pemkot menekankan agar prestasi itu tidak dijadikan ajang kebanggaan semata.
Sebaliknya, diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas tata kelola ketenagakerjaan, mulai dari kepatuhan regulasi, perlindungan pekerja, struktur upah yang transparan, hingga pembentukan LKS Bipartit.
Dengan target besar menuju nol pengangguran, Pemkot Bontang ingin memastikan pertumbuhan industri tidak hanya berorientasi pada laba, tetapi juga berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

