Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

Mahyunadi Ajak OPD di Kutim Bantu Anak Kurang Mampu Melanjutkan Sekolah

Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi. (Foto: Dok.Pusaranmedia.com)

BERITA TERKAIT

    Kalimantan Timur

    Mahyunadi Ajak OPD di Kutim Bantu Anak Kurang Mampu Melanjutkan Sekolah

    PusaranMedia.com

    Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi. (Foto: Dok.Pusaranmedia.com)

    Mahyunadi Ajak OPD di Kutim Bantu Anak Kurang Mampu Melanjutkan Sekolah

    Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi. (Foto: Dok.Pusaranmedia.com)

    Reporter: Siswandi | Editor: Bambang Irawan 

    SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, mengaku pemerintah memiliki peran penting dalam memberikan kemudahan akses pendidikan bagi anak-anak yang ingin bersekolah hingga melanjutkan ke jenjang lebih tinggi.

    Ia menegaskan, beasiswa harus diberikan secara tepat sasaran, baik kepada siswa berprestasi maupun dari keluarga kurang mampu. Menurutnya, langkah ini penting agar tidak ada anak Kutim yang kehilangan kesempatan menimba ilmu.

    “Pemerintah harus betul-betul memberikan kemudahan bagi anak-anak yang ingin menambah ilmu pengetahuan. Kita juga harus mendorong mereka yang berprestasi untuk terus belajar dan mendapatkan kesempatan lebih, salah satunya melalui pemberian beasiswa yang tepat sasaran,” ujar Mahyunadi.

    Mahyunadi mengungkapkan, masih ada anak-anak berprestasi di Kutim yang memilih bekerja ketimbang melanjutkan kuliah karena keterbatasan biaya. Hal tersebut, katanya, perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

    Untuk itu, ia menyerukan kepada seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar ikut berperan aktif membantu pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu. 

    Bahkan, ia mengusulkan setiap kepala OPD bisa mengangkat minimal satu anak angkat untuk dibantu biaya pendidikannya.

    “Tidak harus tinggal di rumah kita. Cukup bantu anak-anak dari keluarga susah yang punya komitmen untuk sekolah. Kita bantu biaya bulanannya. Saya yakin, ini bisa menjadi jalan kita semua untuk memperbaiki masa depan daerah dan bangsa,” jelasnya.

    Ia berharap, beasiswa dan bantuan pendidikan benar-benar sampai kepada anak-anak yang membutuhkan, sehingga generasi muda Kutim tidak lagi terhambat dalam menempuh pendidikan karena alasan ekonomi.