Reporter : Ainur Rofiah | Editor : Buniyamin
SANGATTA - Wisata Bukit Hijau (WBH) di Jalan Poros Bontang-Sangatta, kilometer 45, Kandolo, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang mulai bukan sejak Idulfitri 2021 lalu masih sepi pengunjung.
Tempat wisata yang dibangun sejak 2016 lalu itu juga terdampak pandemi Covid-19. Bahkan selama 14 bulan terpaksa tutup.
Padahal sebelum pandemi, WBH seluas tujuh hektar (Ha) yang dikelola Safaruddin dan Aida, pasangan suami istri itu ramai dikunjungi mulai peserta didik, tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah.
"Puncaknya ramai di 2018 sampai 2019, tidak hanya anak sekolah tetapi juga karyawan," Kata Safaruddin pada pusaranmedia.com, Kamis (12/8/2021).
Selain lokasi yang luas, biaya masuk hanya Rp5 ribu perorangan dan dibuka mulai pukul 07.00 WITA hingga 18.00 WITA saat weekend atau Sabtu-Minggu. Selain tempat beristirahat, WBH juga menyediakan arena bermain seperti trampolin, outbound, sepeda udara, spot foto, arena camping dan pemancingan.
"Sebelum pandemi banyak yang camping juga anak-anak dari perusahaan juga dan itu kami sediakan paket perorangan Rp50 ribu," bebernya.
Namun naiknya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kutim membuat dirinya beserta istri harus bersabar. Selama 14 bulan lamanya WBH tutup.
Tapi sejak pasca Idulfitri tahun 2021, Safruddin dan istri baru berani membuka kembali tempat wisata tersebut. "Sudah buka sejak setelah idulfitri, tapi yang datang hanya satu atau dua orang saja, mungkin orang juga masih takut bepergian," ungkapnya.
Safaruddin beserta istrinya pun pantang menyerah dan terus berusaha mengembangkan WBH, salah satunya membangun musholla dan minimarket di lokasi wisata untuk menarik para pengguna jalan.
"Ini sedang tahap pembangunan, jadi kalau ada yang singgah sholat dan beli makanan ringan sambil kita kenalkan kembali wisata ini. Semoga saja pandemi ini lekas usai," harapnya.

