Reporter: Lutfi Aziz | Editor: Bambang Irawan
BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, secara resmi mendeklarasikan Gerakan Sampahku Itu Tanggung Jawabku (GESIT) sebagai langkah nyata mewujudkan Kota Bontang yang bersih, sehat, nyaman, dan berwawasan lingkungan.
Program GESIT menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah, terutama pasca kegiatan di lingkungan masing-masing.
“Kota Bontang dengan jumlah warga sebanyak 191 ribu jiwa penduduk seharusnya bisa menjadi kota terbersih, minimal se-Indonesia,” tegas Neni, Selasa (30/9/2025).
Menurutnya, kebersihan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat. Ia menekankan pentingnya memulai dari diri sendiri, baik di lingkungan rumah, tempat kerja, maupun di fasilitas publik.
“Kita mulai dari diri kita sendiri. Selain Jumat Bersih yang menjadi program rutin di Kota Bontang, setiap instansi juga harus memastikan lingkungannya bersih dari sampah,” ujarnya.
Sebagai bentuk ketegasan, Pemkot Bontang juga akan memberikan sanksi bagi warga yang kedapatan membuang sampah sembarangan. Langkah ini diambil untuk menumbuhkan kesadaran kolektif sekaligus memberikan efek jera.
“Hal ini untuk memberikan efek jera, bahwa kebersihan ini merupakan tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Melalui GESIT, Neni berharap tercipta budaya hidup bersih yang berkelanjutan di masyarakat. Ia mengajak seluruh pihak, mulai dari warga, komunitas, sekolah, hingga pelaku usaha untuk turut serta aktif dalam gerakan ini.
“Jika semua bergerak bersama, saya yakin Bontang bisa menjadi kota percontohan dalam pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan,” pungkasnya.

