Reporter : Lutfi Aziz | Editor : Buniyamin
BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di berbagai lini masyarakat.
Salah satu langkah konkretnya adalah melalui kebijakan kenaikan insentif bagi para pengabdi masyarakat, mulai dari ketua RT, guru, penggiat agama, hingga kader posyandu.
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris menegaskan kebijakan ini bukan sekadar bentuk penghargaan finansial, tetapi juga tanggung jawab moral untuk meningkatkan kinerja dan kepedulian sosial di lingkungan masing-masing.
“Kenaikan insentif ini harus berbanding lurus dengan peningkatan tanggung jawab. Bukan hanya menerima, tapi juga menunjukkan kinerja dan kepedulian nyata terhadap masyarakat,” ujar Agus Haris, Rabu (8/10/2025).
Setiap penerima insentif memegang peran strategis dalam pembangunan sosial di tingkat akar rumput.
RT misalnya, menjadi ujung tombak pemerintah dalam memantau kondisi warga dan memastikan tidak ada yang luput dari perhatian.
“RT harus peka, tidak boleh ada anak yang putus sekolah atau keluarga miskin yang tidak tersentuh bantuan. Semua harus terdata dan terpantau,” tegasnya.
Agus menambahkan, penguatan peran sosial RT akan mempercepat penyelesaian berbagai persoalan masyarakat, mulai dari kemiskinan, pendidikan, hingga kesehatan.
Di sektor pendidikan, ia menekankan pentingnya peran guru baik guru sekolah formal maupun guru ngaji dalam membentuk karakter anak-anak Bontang.
“Pendidikan bukan sekadar nilai akademik. Mental dan akhlak anak-anak juga harus dibentuk sejak dini. Karena itu, kesejahteraan guru juga menjadi prioritas,” ujarnya.
Pemkot Bontang, lanjutnya, tetap berkomitmen terhadap pendidikan tingkat PAUD hingga SMP sebagai fondasi pembentukan karakter anak sebelum mereka melanjutkan ke jenjang lebih tinggi yang menjadi kewenangan provinsi.
Perhatian juga diberikan kepada kader kesehatan dan penggiat agama yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pelayanan sosial masyarakat.
"Kader posyandu dan penggiat agama punya peran vital. Mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat dan menjadi ujung tombak dalam menjaga kesehatan jasmani dan rohani warga,” tutur Agus Haris.
Ia menekankan, keberhasilan pembangunan di Bontang tidak bisa dicapai hanya oleh pemerintah semata. Kolaborasi masyarakat melalui peran RT, guru, kader dan tokoh agama menjadi kunci dalam mewujudkan kesejahteraan yang merata.
“Kenaikan insentif bukan hanya berdampak pada kesejahteraan pribadi penerimanya, tapi juga pada peningkatan kualitas hidup warga secara keseluruhan,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Pemkot Bontang menetapkan kenaikan insentif untuk berbagai kelompok pengabdi masyarakat. Ketua RT kini menerima Rp 2 juta per bulan dari sebelumnya Rp 1,2 juta.
Guru honorer dan guru swasta juga mengalami peningkatan hingga Rp 2 juta, ditambah dukungan Rp 500 ribu dari Pemprov Kaltim. Kader Posyandu naik signifikan dari Rp 300 ribu menjadi Rp 1 juta, sementara insentif bagi penggiat agama termasuk marbot, pendeta, pastor, dan pemuka agama lainnya menjadi Rp 2 juta per bulan. (Adv)


