Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan
Banner ADV

Agus Haris Tinjau Langsung Wilayah Terdapat Banjir di Kota Bontang

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

BERITA TERKAIT

    Banner ADV

    Diskominfo Kota Bontang

    Agus Haris Tinjau Langsung Wilayah Terdapat Banjir di Kota Bontang

    PusaranMedia.com

    Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

    Banner ADV

    Agus Haris Tinjau Langsung Wilayah Terdapat Banjir di Kota Bontang

    Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

    Reporter : Lutfi Aziz | Editor : Buniyamin

    BONTANG –Banjir yang kembali melanda Kelurahan Api-Api, Kecamatan Bontang Utara menjadi pengingat betapa kompleksnya persoalan pengendalian air di Kota Bontang.

    Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris saat meninjau lokasi terdampak pada Kamis (23/10/2025) kemarin menegaskan, penyelesaian banjir di wilayah ini memerlukan kerja sama lintas kewenangan antara pemerintah kota dan pemerintah provinsi.

    Dalam kunjungan yang turut dihadiri Camat Bontang Utara Muhammad Nur, Lurah Api-Api Hadha Sulistiyono dan aparat Babinsa, Agus Haris memantau kondisi tiga titik banjir terparah di Perumahan Bontang Permai RT 7, Perumahan Bank Dhanarta RT 29 dan RT 22 belakang Toko X-Toys.

    Ketiga lokasi tersebut berada di jalur aliran sungai yang meluap akibat curah hujan tinggi sejak malam sebelumnya.

    “Banjir ini tidak bisa diselesaikan hanya di tingkat kelurahan atau kota. Sumber air berasal dari kawasan jalan poros yang menjadi kewenangan provinsi,” ujar Agus Haris.

    Menurutnya, sebanyak 21 RT di Kelurahan Api-Api terdampak dengan variasi ketinggian air antara 30 sentimeter hingga satu meter.

    Kondisi ini diperparah oleh pintu air di kawasan Kilometer 5 Jalan Poris Bontang–Samarinda yang tidak berfungsi optimal, sehingga air mengalir bebas ke pemukiman warga.

    Agus Haris menjelaskan, Pemerintah Kota Bontang telah melakukan upaya berkala, seperti normalisasi drainase setiap tiga bulan dan koordinasi bersama RT, camat, serta Dinas Pekerjaan Umum.

    Namun penanganan struktural, seperti penurunan elevasi tanah dan pembangunan saluran baru membutuhkan dukungan anggaran provinsi.

    “Sudah kami ajukan dalam RKPD. Tapi realisasinya kemungkinan baru bisa berjalan pada tahun 2026,” jelasnya.

    Ia menilai tantangan terbesar bukan hanya teknis, tetapi juga administratif dan anggaran, karena sebagian besar titik sumber luapan air berada di luar kewenangan langsung Pemerintah Kota.

    Meski begitu, Pemkot berkomitmen tetap melakukan penanganan darurat dan perbaikan skala kecil agar aliran air tetap terkendali.

    Agus Haris juga meninjau langsung aktivitas pembersihan saluran oleh prajurit Yon Arhanud 7/ABC dan berdialog dengan warga yang masih bertahan di rumah.

    Ia bahkan ikut membagikan nasi bungkus bagi warga terdampak, dibantu sejumlah relawan dan perusahaan yang menunjukkan kepedulian sosial.

    Beberapa perusahaan besar seperti PT Badak NGL, PT Indominco Mandiri, dan PT Pama Persada turut menyalurkan bantuan makanan siap saji untuk warga terdampak.

    “Kami sangat berterima kasih atas solidaritas semua pihak. Ini bukti bahwa penanganan banjir bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi tanggung jawab bersama,” tutur Agus Haris.

    Ke depan, Pemkot Bontang akan mempercepat program penurunan elevasi tanah di kiri-kanan jalan utama serta mendorong revitalisasi Waduk Kanaan sebagai solusi jangka panjang untuk mengendalikan debit air dari hulu ke hilir.

    “Bontang butuh sistem drainase yang terintegrasi antarwilayah. Kami akan terus berkoordinasi agar tidak ada lagi genangan yang berulang setiap musim hujan,” tegasnya. (Adv)