Reporter: Adi Kade | Editor: Buniyamin
PENAJAM- Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tidak memiliki bangunan gedung yang representatif untuk digunakan pengoperasian Sekolah Rakyat (SR) rintisan.
Pemerintah pusat memberikan kelonggaran bagi pemerintah daerah untuk memulai Sekolah Rakyat rintisan sembari menunggu realisasi pembangunan fisik sekolah rakyat dari pemerintah pusat.
“Dinas Sosial dan pak sekda sudah berusaha bangunan gedung untuk sekolah rakyat rintisan, ternyata kita masih kekurangan gedung,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial (Dinsos) PPU, Muhtar, Sabtu (1/11/2025).
Ia mengatakan pengoperasian sekolah rakyat sementara dengan memanfaatkan bangunan milik pemerintah daerah minimal memiliki tiga ruang kelas belajar, satu ruang guru dan asrama siswa.
Sejauh ini, belum ada gedung milik daerah yang representatif untuk digunakan sekolah rakyat rintisan tersebut.
“Sampai kini kami masih terus mengidentifikasi bagunan gedung milik daerah yang bisa digunakan sebagai sekolah rakyat untuk sementara sembari menunggu pembangunan fisik sekolah rakyat direalisasikan pemerintah pusat,” ujarnya.
Muhtar mengatakan Pemkab PPU telah menyiapkan lahan seluas 6,7 Hektare (Ha) untuk pembangunan sekolah rakyat di Kelurahan Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam. Usulan pembangunan sekolah rakyat ke Kementerian Sosial (Kemensos) telah dinyatakan memenuhi syarat administrasi.
Diperkirakan pembangunan sekolah rakyat untuk warga kurang mampu tersebut akan direalisasikan pemerintah pusat di tahun anggaran 2026. Sekolah rakyat yang akan dibangun tersebut meliputi Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang dilengkapi dengan fasilitas asrama siswa.
“Seandainya kita bisa membuka sekolah rakyat rintisan tahun ini, kemungkinan fisik sekolah rakyat di Kelurahan Lawe-Lawe bisa direalisasikan pemerintah pusat. Dari enam sekolah rakyat yang diusulkan di Kalimantan Timur (Kaltim), baru satu yang akan dibangun fisiknya tahun ini yakni di Kota Samarinda, karena mereka sudah membuka sekolah rakyat rintisan,” pungkasnya.

