Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

Dapur SPPG di Go Mall Diresmikan untuk Layani MBG di Kelurahan Bugis Samarinda

Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat meninjau dapur SPPG Go Mall yang baru diresmikan untuk mengakomodir MBG di sekolah yang berada di kawasan Kelurahan Bugis, Samarinda Kota, Kamis (6/11/2025). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

BERITA TERKAIT

    Video

    Dapur SPPG di Go Mall Diresmikan untuk Layani MBG di Kelurahan Bugis Samarinda

    PusaranMedia.com

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat meninjau dapur SPPG Go Mall yang baru diresmikan untuk mengakomodir MBG di sekolah yang berada di kawasan Kelurahan Bugis, Samarinda Kota, Kamis (6/11/2025). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

    Dapur SPPG di Go Mall Diresmikan untuk Layani MBG di Kelurahan Bugis Samarinda

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat meninjau dapur SPPG Go Mall yang baru diresmikan untuk mengakomodir MBG di sekolah yang berada di kawasan Kelurahan Bugis, Samarinda Kota, Kamis (6/11/2025). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

    Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin 

    SAMARINDA — Jangkauan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Samarinda terus diperluas dengan menambah jumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). 

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun meresmikan salah satu dapur yang terletak di Go Mall Jalan Bhayangkara, Kelurahan Bugis, Samarinda Kota, Kamis (6/11/2025).

    Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari upaya percepatan pelaksanaan program nasional yang diinisiasi Presiden RI, Prabowo Subianto.

    “Ini program Bapak Presiden, tidak ada pilihan lain selain kita sukseskan. Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat,” tegas Andi Harun usai peresmian. 

    Kini, kata dia, tercatat ada sekitar 20 dapur MBG telah beroperasi di Samarinda dan pemkot masih menyiapkan 53 dapur tambahan agar totalnya mencapai 73 dapur.

    Seluruh dapur ini ditargetkan dapat melayani sekitar 135.000 siswa di berbagai jenjang pendidikan di Kota Samarinda

    Ia mengatakan pemkot telah membentuk Satgas Percepatan Pelaksanaan MBG yang bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, dan Badan Gizi Nasional (BGN). Selain itu, sistem digital juga tengah disiapkan untuk memantau aktivitas dapur secara real time.

    “Kami sedang membangun dashboard digital di Diskominfo agar bisa memantau stok bahan, lokasi dapur, dan distribusi makanan. Masyarakat juga bisa melihat data itu secara transparan,” ungkapnya.

    Meski pelaksanaan berjalan lancar, ia tak menampik masih ada beberapa catatan di lapangan. Salah satunya terkait komposisi gizi dan sertifikasi dapur.

    Menurutnya tantangan utama pelaksanaan MBG di Samarinda adalah keterbatasan pasokan bahan pangan lokal, karena sebagian besar masih didatangkan dari luar daerah. Namun Pemkot berkomitmen melakukan evaluasi dan penyesuaian berkala agar program ini berjalan optimal.

    “Untuk dapur SPPG, semuanya nanti harus bersertifikat sesuai standar BGN. Kita akan bantu fasilitasi pelatihan dan sertifikasinya,” pungkasnya.