Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

Gara-gara Jembatan Runtuh, Aktivitas Belajar MI Darul Furqan di Tapal Batas Lumpuh Total

Tampak akses penghubung masyarakat dan pelajar di Desa Sei Limau terputus. (Foto: Camat Sebatik Tengah)

BERITA TERKAIT

    Kalimantan Utara

    Gara-gara Jembatan Runtuh, Aktivitas Belajar MI Darul Furqan di Tapal Batas Lumpuh Total

    PusaranMedia.com

    Tampak akses penghubung masyarakat dan pelajar di Desa Sei Limau terputus. (Foto: Camat Sebatik Tengah)

    Gara-gara Jembatan Runtuh, Aktivitas Belajar MI Darul Furqan di Tapal Batas Lumpuh Total

    Tampak akses penghubung masyarakat dan pelajar di Desa Sei Limau terputus. (Foto: Camat Sebatik Tengah)

    Reporter: Diansyah | Editor: Bambang Irawan

    NUNUKAN – Aktivitas belajar mengajar di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Furqan, Desa Sungai Limau, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, terhenti total setelah jembatan utama yang menjadi satu-satunya akses menuju sekolah tersebut ambruk akibat derasnya arus sungai.

    Peristiwa ini terjadi pada Rabu (5/11/2025) malam dan baru dilaporkan secara resmi pada Kamis (6/11/2025). Jembatan tersebut diketahui menghubungkan kawasan permukiman warga dengan sekolah dan menjadi jalur vital bagi kegiatan ekonomi masyarakat sekitar.

    Camat Sebatik Tengah, Aris Nur, menjelaskan runtuhnya jembatan disebabkan oleh abrasi di sekitar pondasi akibat kuatnya arus sungai yang terus menggerus tanah penopang jembatan.

    “Arus sungai cukup deras dan menyebabkan pengikisan di sisi jembatan. Lama-kelamaan tumpuannya melemah hingga akhirnya jembatan rubuh. Saat ini tidak bisa dilalui kendaraan maupun pejalan kaki,” ungkap Aris Nur.

    Akibat kejadian tersebut, kegiatan belajar 50 siswa MI Darul Furqan harus dihentikan sementara. Selain itu, akses keluar-masuk bagi 23 kepala keluarga di sekitar sekolah juga terputus total. Warga kini kesulitan menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari, termasuk berbelanja kebutuhan pokok dan menjual hasil kebun.

    “Warga bersama petugas Pos Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Bukit Keramat saat ini tengah melakukan pembersihan material jembatan yang runtuh. Kami masih menunggu bantuan alat berat untuk membuat jembatan darurat agar kendaraan roda dua bisa kembali melintas,” tambahnya.

    Pemerintah Kecamatan Sebatik Tengah telah melaporkan kejadian tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui Sekretaris Daerah, serta berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) untuk langkah penanganan lanjutan dan dukungan logistik bagi warga terdampak.

    Sebagai solusi sementara, pemerintah kecamatan bersama aparat Pamtas dan warga berencana membangun jembatan darurat melalui mekanisme gotong royong agar akses masyarakat dan kegiatan belajar dapat segera pulih.

    Aris Nur menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, ia berharap pemerintah daerah dapat segera turun tangan untuk menangani kondisi infrastruktur yang menjadi jalur penting bagi pendidikan dan perekonomian masyarakat di wilayah perbatasan.

    “Kami berharap ada perhatian segera dari pemerintah kabupaten agar jembatan ini dapat dibangun kembali secara permanen. Karena jembatan ini adalah satu-satunya akses vital bagi warga dan siswa di Sungai Limau,” pungkasnya.