Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

Kreativitas di Balik Jeruji, Rutan Berau Ubah Keterbatasan Jadi Karya Bernilai

Produk batik khas Berau dari Galeri Hasil Rutan (GAHARU) Tanjung Redeb. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

BERITA TERKAIT

    Kalimantan Timur

    Kreativitas di Balik Jeruji, Rutan Berau Ubah Keterbatasan Jadi Karya Bernilai

    PusaranMedia.com

    Produk batik khas Berau dari Galeri Hasil Rutan (GAHARU) Tanjung Redeb. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

    Kreativitas di Balik Jeruji, Rutan Berau Ubah Keterbatasan Jadi Karya Bernilai

    Produk batik khas Berau dari Galeri Hasil Rutan (GAHARU) Tanjung Redeb. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

    Reporter : Nur Hidayah | Editor :  Bambang Irawan

    TANJUNG REDEB – Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Tanjung Redeb menunjukkan bahwa pembinaan bukan sekadar rutinitas, tetapi juga jembatan bagi perubahan hidup.

    Melalui Galeri Hasil Rutan (GAHARU), deretan karya buatan tangan warga binaan kini tampil sebagai produk kreatif yang tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga memiliki makna sosial dan lingkungan.

    Kepala Rutan Kelas IIB Tanjung Redeb, Yudhi Khairudin mengatakan GAHARU hadir sebagai ruang bagi warga binaan untuk berkarya, belajar dan membangun kembali kepercayaan diri pada Warga Binaan Pemasyatakatan (WBP). 

    “Di balik keterbatasan, ada potensi besar. Produk GAHARU membuktikan bahwa kreativitas tidak bisa dipenjara,” ujarnya.

    Salah satu produk unggulan GAHARU adalah batik khas Berau, tas kecil, dompet hingga aksesori dari benang rajut.

    Dibuat dengan teknik simpul khas, setiap karya mencerminkan ketekunan dan kesabaran warga binaan dalam menyusun benang menjadi barang yang fungsional dan bernilai jual.

    Produk ini menjadi bukti bahwa aktivitas merajut mampu menjadi terapi sekaligus keterampilan hidup.

    Berau dikenal dengan kekayaan lautnya, dan simbol itu dituangkan dalam bentuk Gantungan Kunci Udang. Miniatur udang lucu ini dibuat dari limbah plastik yang didaur ulang secara manual, memadukan kreativitas dengan kepedulian terhadap lingkungan. Produk ini tak hanya unik, tetapi juga mengangkat identitas daerah.

    Bersama Putri Maluang Batik, WBP juga menghasilkan Batik khas Berau dengan pewarna alam. Menggunakan bahan dari daun, kulit kayu dan akar-akaran, batik ini memiliki warna lembut yang merepresentasikan kekayaan alam Kalimantan Timur (Kaltim).

    Untuk menghadirkan variasi, digunakan juga pewarna sintetis seperti Indigosol dan Remazol yang dikenal aman dan tahan lama, serta waterglass (sodium silicate) sebagai pengunci warna agar tidak mudah luntur.

    Nama GAHARU terinspirasi dari kayu gaharu, kaya aroma, bernilai tinggi dan menjadi kebanggaan Kaltim. Filosofinya sederhana, berawal dari luka tumbuh nilai, dari keterbatasan lahir keindahan.

    Galeri ini menjadi sarana untuk menghubungkan karya warga binaan dengan masyarakat luas, sambil memulihkan harapan dan membuka peluang baru bagi mereka.

    GAHARU Tanjung Redeb juga membuka kesempatan bagi masyarakat, pelaku usaha, hingga instansi untuk bekerja sama, melakukan pemesanan atau mengetahui lebih lanjut koleksi yang tersedia.

    Dengan GAHARU, Rutan Tanjung Redeb membuktikan bahwa kreativitas dapat tumbuh di tempat yang tidak disangka.

    Di balik jeruji, harapan baru tengah dirajut satu simpul, satu karya, satu perubahan.