Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin
SAMARINDA - Pembangunan Teras Samarinda Tahap II terus dikebut menjelang akhir tahun.
Proyek yang terbagi dalam empat segmen itu menunjukkan progres positif, meski salah satu segmennya dipastikan mengalami keterlambatan.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun menjelaskan, segmen 1, 2, dan 3 ditargetkan tuntas pada Desember ini.
Sementara segmen 4 diperkirakan tidak selesai sesuai jadwal akibat kendala pada proses pengadaan.
“Segmen 4 memang diperkirakan terlambat karena sebelumnya terjadi lelang ulang. Ada peserta yang tidak memenuhi ketentuan hukum sehingga prosesnya dibatalkan dan harus dimulai kembali,” jelas Andi Harun.
Kondisi tersebut akhirnya menyebabkan waktu pelaksanaan pekerjaan mundur. Meski begitu, ia menegaskan bahwa seluruh mekanisme hukum tetap dijalankan.
Selain faktor pengadaan, segmen 4 disebut memiliki tingkat kerumitan teknis lebih tinggi. Fokus pekerjaan di bagian ini adalah pemasangan drainase baru dengan spesifikasi khusus.
Drainase tersebut akan dikoneksikan dengan saluran eksisting, termasuk saluran pembuangan dari arah darat menuju sungai.
Pola sambungan dirancang sedemikian rupa agar aliran dari dua arah tetap fungsional dan tidak menimbulkan hambatan.
“Tujuannya memastikan pembuangan air dari darat ke sungai tetap bekerja, sementara saluran baru juga tersambung dengan baik,” terangnya.
Dalam peninjauan lapangan pada Jumat (5/12/2025), ia menemukan beberapa pekerjaan minor yang harus diperbaiki, seperti kelandaian bangunan untuk mencegah genangan, kelonggaran besi, hingga pengecatan.
“Semua temuan minor tadi sudah kita minta diperbaiki. Secara umum pekerjaan bagus, deviasinya tidak banyak,” ungkapnya.
Bangunan yang berada di atas air, termasuk jembatan pada segmen 1, ditargetkan selesai Desember. Namun sebelum dibuka untuk publik, akan ada masa uji coba.
Pemkot akan terus memberikan pembaruan progres di lapangan seiring penyelesaian pekerjaan hingga akhir Desember 2025.
“Libur tahun baru kita belum bisa buka karena masih masa pemeliharaan. Kita harus uji coba dulu untuk memastikan keamanan dan memastikan pekerjaan penyedia jasa tidak terganggu,” pungkasnya.

