Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

Bupati Berau Desak DLHK Modifikasi Kapal Sampah dengan Conveyor

Kapal pengangkut sampah milik DLHK Berau. (Foto: Istimewa)

BERITA TERKAIT

    Kalimantan Timur

    Bupati Berau Desak DLHK Modifikasi Kapal Sampah dengan Conveyor

    PusaranMedia.com

    Kapal pengangkut sampah milik DLHK Berau. (Foto: Istimewa)

    Bupati Berau Desak DLHK Modifikasi Kapal Sampah dengan Conveyor

    Kapal pengangkut sampah milik DLHK Berau. (Foto: Istimewa)

    Reporter: Nur Hidayah | Editor: Buniyamin

    TANJUNG REDEB – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas dalam rapat evaluasi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menegaskan, kebersihan sungai bukan sekadar urusan rutinitas, tetapi simbol wajah kota dan etalase wisata Berau.

    Untuk itu, ia meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) lebih inovatif, khususnya dalam mengoptimalkan dua unit kapal sampah yang saat ini masih bekerja serba manual.

    “Kita ini tidak mampu beli kapal baru. Jadi kapal yang ada harus dimodifikasi. Tambahkan conveyor agar sampah bisa langsung ditarik ke kapal tanpa mengandalkan tenaga manusia,” tegasnya.

    Menanggapi arahan tersebut, Kepala DLHK Berau Mustakim menyatakan dukungan penuhnya. Sebab, instruksi bupati sangat realistis mengingat kondisi di lapangan.

    “Usulan modifikasi kapal sudah kami masukkan ke APBD murni. Kalau tidak tertampung, kemungkinan besar kita kejar di APBD Perubahan,” ujarnya.

    Mustakim mengakui selama ini pembersihan sungai belum maksimal. Selain luasnya area kerja, kapal yang kecil dan tenaga yang hanya enam orang membuat petugas kewalahan.

    “SDM kita terbatas, sungai luas. Dengan kondisi itu, kapal manual memang tidak efektif. Maka modifikasi dengan konveyor adalah solusi paling masuk akal,” jelasnya.

    Ia juga menyebut ada perusahaan lokal di Berau yang mampu mengerjakan teknologi tersebut, namun DLHK masih menunggu verifikasi profil dan kecocokan teknis perusahaan itu.

    Soal kemungkinan pendanaan melalui Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan, Mustakim tidak menampik bahwa situasinya kini jauh lebih rumit.

    “Perizinan kan sekarang semuanya di pusat. Jadi koordinasi CSR tidak semudah dulu ketika izin masih di daerah. Sekarang kami betul-betul mengandalkan APBD,” katanya.

    DLHK tetap menjaga komunikasi dengan perusahaan, namun kontribusi tidak bisa lagi diprediksi seperti sebelumnya.

    Bupati Sri menekankan, sungai harus bersih setiap hari. Apalagi Tanjung Redeb adalah titik terdekat yang dilihat wisatawan saat memasuki kota.

    Mustakim pun berharap modifikasi kapal bisa menjadi titik balik pengelolaan sampah sungai.

    “Tujuan akhirnya jelas, sungai kita harus jadi kebanggaan, bukan keluhan. Dengan kapal yang dimodifikasi, pekerjaan bisa lebih cepat, efisien dan hasilnya jauh lebih baik,” tutupnya.

    Rencana modifikasi dua kapal sampah ini dinilai sebagai langkah konkret menuju pengelolaan lingkungan yang lebih modern, sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah daerah terhadap kebersihan dan daya tarik wisata Berau.