Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin
SAMARINDA - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda akan segera membuka pendaftaran pedagang untuk menempati Pasar Pagi.
Proses pendaftaran dijadwalkan berlangsung selama lima hari, 20-24 Desember 2025 dan dilakukan secara daring melalui aplikasi resmi yang telah disiapkan.
Pedagang bisa mengklik link berikut untuk melakukan pendaftaran, pasarpagi.samarindakota.go.id.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda, Nurrahmani mengatakan pendaftaran ini dilakukan secara bertahap dan terintegrasi untuk memastikan proses berjalan tertib, transparan dan menghindari kepanikan di kalangan pedagang.
“Pedagang dapat masuk ke aplikasi dengan menggunakan email aktif. Kami sengaja mengumumkan lebih awal agar pedagang bisa mempersiapkan diri secara mandiri,” ungkap Nurrahmani.
Ia mengatakan seluruh data pedagang akan dimasukkan ke dalam sistem dan melalui proses verifikasi serta validasi.
Setelah dinyatakan valid, pedagang diminta datang langsung ke Pasar Pagi. Di lokasi tersebut telah disiapkan meja layanan atau desk pertolongan. Selain di Pasar Pagi, layanan bantuan juga tersedia di Pasar Merdeka dan Pasar Segiri.
“Jika pedagang merasa tidak puas dengan hasil penempatan lapak, maka kami juga menyediakan layanan pengaduan, baik secara langsung (offline) maupun melalui aplikasi Samagov,” jelasnya.
Dalam tahap lanjutan, pedagang yang telah terverifikasi wajib menunjukkan kode QR yang didapat dari aplikasi untuk dicetak sebagai bukti.
Selanjutnya, pedagang diminta memperlihatkan KTP asli beserta fotokopi. Sebab, penarikan retribusi akan menggunakan sistem nontunai, pedagang diharapkan memiliki rekening bank, khususnya Bank Mandiri mengingat kerja sama telah terjalin dengan bank tersebut.
Selain itu, pedagang juga harus menyelesaikan kewajiban pembayaran yang masih tertunda sebelum Pasar Pagi ditutup pada 2023 lalu. Setelah seluruh persyaratan lengkap, pedagang akan menandatangani surat perjanjian bermaterai.
Materai, layanan pos hingga pembukaan rekening Bank Mandiri juga disediakan di lokasi. “Setelah semua kewajiban diselesaikan, sistem QR akan memberikan informasi bahwa proses selesai dan pedagang bisa menuju lokasi kios untuk mengambil kunci. Nomor lapak ditentukan secara otomatis melalui undian di aplikasi,” tambah Nurrahmani.
Pada tahap pertama ini, ada sekitar 1.800 petak kios yang akan diisi. "Kita mengharapkan selesai di tanggal 24 karna ada tahap selanjutnya yang mau kita lakukan," pungkasnya.

