Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

Wawali Bontang Agus Haris Pantau Langsung Banjir di Kelurahan Api-api, Salurkan Makanan hingga Siapkan Langkah Darurat

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris (Video:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

BERITA TERKAIT

    Video

    Wawali Bontang Agus Haris Pantau Langsung Banjir di Kelurahan Api-api, Salurkan Makanan hingga Siapkan Langkah Darurat

    PusaranMedia.com

    Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris (Video:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

    Wawali Bontang Agus Haris Pantau Langsung Banjir di Kelurahan Api-api, Salurkan Makanan hingga Siapkan Langkah Darurat

    Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris (Video:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

    Reporter : Lutfi Aziz | Editor : Buniyamin

    BONTANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus memperkuat upaya penanganan banjir yang kerap terjadi di sejumlah wilayah, salah satunya di Kelurahan Api-api.

    Berbagai langkah dilakukan, mulai dari pemantauan lapangan, penanganan darurat hingga perencanaan solusi jangka panjang.

    Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris bersama tim turun langsung meninjau lokasi banjir sekaligus memastikan kondisi warga terdampak. Ia menjelaskan, genangan air terjadi akibat tingginya curah hujan yang bersamaan dengan pasang air laut, sehingga menyebabkan luapan air di kawasan Jalan Polo Air dan sekitarnya.

    Sebagai langkah cepat, Pemkot Bontang menyalurkan bantuan makanan kepada warga serta menyiapkan penanganan darurat untuk mencegah meluasnya genangan.

    Salah satu fokus utama adalah penambahan dan penguatan turap di titik-titik rawan.

    “Pemkot berkomitmen untuk segera menanggulangi banjir ini. Kami akan memanggil Dinas PUPR sebagai dinas teknis untuk merumuskan solusi agar penanganan bisa segera dilakukan,” ujar Wakil Wali Kota, Agus Haris usai memantau banjir, Sabtu (20/12/2025) malam. 

    Ia menambahkan, pembangunan tanggul darurat menjadi opsi sementara guna mengantisipasi rembesan air ke kawasan permukiman, sembari menunggu penanganan infrastruktur yang lebih permanen.

    Lurah Api-api, Hadha Sulistiyono, menyampaikan bahwa upaya pengendalian banjir telah dilakukan melalui pembangunan turap yang mulai direalisasikan tahun ini. Namun, keterbatasan anggaran membuat pembangunan belum dapat menjangkau seluruh wilayah terdampak.

    “Masih ada sekitar 20 meter turap yang belum terbangun. Meski begitu, pemerintah tetap berupaya mencari solusi agar dampak banjir bisa diminimalkan,” jelasnya.

    Untuk penanganan jangka panjang, Pemkot Bontang juga menyiapkan rencana pembangunan danau di Kelurahan Kanaan yang dijadwalkan mulai pada 2026. Danau tersebut akan difungsikan sebagai kolam retensi utama pengendali banjir, sekaligus ruang terbuka hijau dan kawasan wisata air.

    Rencana tersebut mencakup pembangunan sheet pile untuk meningkatkan daya tampung air dan pembebasan lahan tambahan guna pengembangan kolam depresi. Langkah ini diharapkan menjadi solusi berkelanjutan dalam mengurangi risiko banjir di Kota Bontang dari tahun ke tahun.