Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan
TANJUNG REDEB - Keterbatasan tenaga kesehatan masih menjadi persoalan serius di Kampung Inaran, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau.
Hingga kini, kampung tersebut belum memiliki bidan yang menetap, sehingga pelayanan kesehatan bagi ibu hamil dan persalinan terpaksa dirujuk ke kampung terdekat, Pegat Bukur.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama terkait akses layanan kesehatan dasar bagi ibu dan anak. Meski demikian, Kepala Kampung Inaran, Amirullah, meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat.
Ia menegaskan bahwa Kampung Inaran bukan tanpa tenaga kesehatan sama sekali. Saat ini, tenaga kesehatan berupa mantri masih bertugas di Puskesmas Pembantu (Pustu).
Namun, untuk tenaga bidan yang secara khusus menangani kehamilan dan persalinan memang belum tersedia.
“Kalau dibilang tidak ada tenaga kesehatan itu tidak betul. Mantri ada di Pustu. Yang belum ada itu bidan, khusus untuk menangani kehamilan dan persalinan,” jelas Amirullah.
Menanggapi persoalan tersebut, Wakil Bupati Berau, Gamalis, memastikan pemerintah daerah telah mengambil langkah koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau untuk mengatasi kekosongan bidan di Kampung Inaran.
“Sudah kami koordinasikan langsung dengan Kepala Dinas Kesehatan. Saat ini sedang diupayakan langkah-langkah pemenuhan bidan, dan mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera direalisasikan,” ujar Gamalis.
Ia menjelaskan, secara teknis pengadaan dan penempatan bidan sepenuhnya menjadi kewenangan Dinas Kesehatan.
Namun, Pemerintah daerah, saat ini hanya mendorong agar proses tersebut berjalan sesuai regulasi yang berlaku.
“Untuk teknisnya nanti dari Dinas Kesehatan. Kalau pengadaan dari pusat, saya belum terlalu mendalami. Untuk lebih jelasnya bisa langsung ke Kepala Dinas Kesehatan,” tambahnya.
Gamalis juga membuka kemungkinan adanya kembali pengajuan tenaga kesehatan melalui skema pusat, bergantung pada kebijakan dan kebutuhan yang diajukan oleh dinas terkait.
“Apakah nanti akan ada pengajuan lagi ke pusat, itu semua tergantung dari dinas teknis. Silakan dikonfirmasi langsung ke Bu Lamlay,” ujarnya.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Berau belum memberikan keterangan.
Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan belum membuahkan hasil, meski sebelumnya Bupati Berau telah menegaskan agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bersikap terbuka dan responsif terhadap awak media.

