Reporter: Lutfi Aziz | Editor: Buniyamin
BONTANG - Pemerintah Kota Bontang tengah mengkaji penguatan layanan kesehatan dengan mewacanakan operasional puskesmas selama 24 jam. Gagasan tersebut disampaikan langsung Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.
Menurut Neni, wacana tersebut bertujuan mendekatkan akses layanan kesehatan kepada masyarakat, sekaligus meningkatkan kecepatan dan kualitas penanganan medis di tingkat layanan dasar.
“Puskesmas harus menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan. Kami sedang merumuskan skema agar ke depan bisa melayani masyarakat selama 24 jam,” ujarnya, Jumat (2//2026).
Saat ini, Pemkot Bontang terus memperkuat fasilitas kesehatan melalui peningkatan sarana prasarana puskesmas dan RSUD, serta memastikan layanan kesehatan gratis tetap berjalan. Program penambahan gizi bagi ibu hamil dan anak juga terus dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.
Neni menyebutkan, berbagai langkah tersebut mulai menunjukkan hasil positif, ditandai dengan penurunan angka stunting di Kota Bontang sekitar 20 persen.
Ke depan, pemerintah daerah akan melakukan kajian menyeluruh terkait kesiapan sumber daya manusia, fasilitas, serta pembiayaan sebelum penerapan layanan puskesmas 24 jam direalisasikan.
Pemkot Bontang berharap penguatan layanan kesehatan dasar ini dapat memberikan rasa aman dan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh pelayanan medis kapan pun dibutuhkan.

