Reporter: Diansyah | Editor: Buniyamin
NUNUKAN – Sepanjang tahun 2025, angka kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) di wilayah Kabupaten Nunukan masih tergolong tinggi.
Data Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Nunukan mencatat 70 perkara kecelakaan dengan total 102 korban yang harus ditangani sepanjang tahun tersebut.
Kapolres Nunukan, AKBP Bonifasius Rumbewas melalui Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas), AKP Adek Taufik, menyampaikan dari seluruh perkara yang ditangani, 70 kasus telah diselesaikan, sementara satu perkara lainnya masih dalam proses penanganan.
“Dari penanganan kecelakaan tersebut, korban luka ringan tercatat sebanyak 45 orang, luka berat 45 orang dan 12 orang meninggal dunia. Total kerugian materiil akibat kecelakaan lalu lintas sepanjang 2025 mencapai Rp 180,9 juta,” ujar Adek.
Selain penanganan perkara kecelakaan, Satlantas Polres Nunukan juga melakukan berbagai upaya pencegahan, baik melalui penegakan hukum maupun pembinaan kepada masyarakat.
Menurut Adek, faktor penyebab kecelakaan tidak hanya berasal dari kelalaian pengendara, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi infrastruktur jalan di sejumlah titik di Kabupaten Nunukan yang dinilai belum memadai.
Ia mencontohkan ruas jalan di wilayah Lancang hingga arah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Kecamatan Nunukan Selatan, yang hingga kini masih rawan kecelakaan.
Meski telah dipasang rambu larangan melintas, pengerjaan perbaikan lanjutan di ruas jalan tersebut belum sepenuhnya dilakukan.
“Kondisi jalan di wilayah itu sangat berbahaya, terutama pada malam hari karena minim penerangan. Kami terus berkoordinasi dengan Dinas PUPR Nunukan dan Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Utara agar perbaikan jalan dapat segera dituntaskan,” jelasnya.
Adek menegaskan perbaikan fisik jalan, pemasangan marka jalan, serta lampu penerangan jalan menjadi kebutuhan mendesak untuk menekan angka kecelakaan, khususnya di kawasan yang rawan dan memiliki tingkat visibilitas rendah.
“Banyak ruas jalan yang sudah diberi tanda peringatan, tetapi belum diperbaiki secara menyeluruh. Kondisi ini tentu membahayakan pengguna jalan, terutama pada malam hari. Kami berharap ada perhatian serius dari pihak terkait agar keselamatan pengendara dapat lebih terjamin,” pungkasnya.

