Reporter : Herdiansyah | Editor : Buniyamin
SAMARINDA - Insiden penabrakan jembatan di Jalur Sungai Mahakam Samarinda adalah hal yang bukan pertama kali terjadi, sehingga menjadi perhatian serius pemerintah daerah demi menjaga keselamatan masyarakat yang melintas.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda, Mursidi menegaskan larangan keras bagi kapal bermuatan untuk berlabuh di area terlarang, khususnya di sekitar jembatan dan alur pelayaran utama.
Ia mengatakan pihaknya akan segera mengeluarkan surat edaran yang menegaskan ketentuan tersebut. Edaran itu ditujukan kepada seluruh pelaku usaha pelayaran dan nakhoda kapal yang beroperasi di Sungai Mahakam.
“Kami akan mengeluarkan edaran yang menegaskan bahwa seluruh kapal bermuatan tidak diperbolehkan untuk tambat dan labuh di daerah terlarang, terutama yang berada dekat jembatan dan dapat mengganggu alur pelayaran,” kata Mursidi saat ditemui di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (5/1/2026).
Menurutnya, kepatuhan para owner terhadap aturan pelayaran menjadi kunci utama untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.
"Karena sudah sering terjadi, maka kami akan meningkatkan pengawasan serta koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keselamatan dan kelancaran jalur sungai," tegasnya.

