Reporter : Herdiansyah l Editor : Buniyamin
SAMARINDA - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto meminta Sultan Kutai Kertanegara ing Martadipura, Aji Muhammad Arifin untuk maju dan duduk di barisan depan saat peresmian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan, Kaltim.
Permintaan tersebut disampaikan Prabowo secara langsung saat memberikan sambutan di hadapan para undangan yang hadir.
Momen itu terjadi setelah Prabowo melihat posisi duduk Sultan Kutai berada di barisan belakang.
“Hadir juga di sini saya lihat Sultan Ing Martadipura, Sultan Aji Muhammad Arifin. Hadir! Sultan kok ditaruh di belakang, taruh depan,” kata Prabowo sambil mengayunkan tangannya.
Acara peresmian RDMP Balikpapan tersebut dihadiri oleh sejumlah menteri Prabowo, kepala daerah, serta berbagai pemangku kepentingan di lingkungan Kaltim.
Peristiwa tersebut menjadi sorotan dan viral di berbagai platform karena dinilai tidak lazim bagi seorang tokoh adat dan kesultanan untuk ditempatkan di barisan belakang dalam agenda kenegaraan.
Sejumlah pihak menilai penempatan posisi duduk Sultan Kutai tersebut merupakan kelalaian protokol atau panitia penyelenggara acara yang kurang cermat dalam menyesuaikan tata tempat bagi tokoh adat dan kesultanan.
Permintaan Presiden Prabowo itu pun dinilai sebagai bentuk penghormatan terhadap peran dan kedudukan kesultanan dalam sejarah serta kehidupan sosial masyarakat Kaltim.

