Reporter: Lutfi Aziz | Editor: Bambang Irawan
BONTANG - Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) diarahkan untuk melaksanakan operasi timbang balita serentak minimal tiga kali dalam setahun mulai 2026. Kebijakan tersebut bertujuan memperkuat pemantauan tumbuh kembang balita sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting.
“Operasi timbang balita serentak minimal dilaksanakan selama tiga kali setahun,” ungkap Neni saat menghadiri kegiatan yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kota Bontang, Selasa (20/1/2026).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang, Bahtiar Mabe, menjelaskan bahwa pada 2026 pihaknya berupaya meningkatkan frekuensi operasi timbang dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, kegiatan tersebut hanya dilakukan dua kali dalam setahun.
“Tahun ini kami dorong meningkat menjadi tiga kali dalam setahun,” ujar Bahtiar saat diwawancarai wartawan Pusaranmedia.
Ia menyebutkan, pelaksanaan operasi timbang tahap pertama direncanakan berlangsung sekitar Mei 2026. Namun, untuk tahap kedua dan ketiga hingga kini belum dapat dipastikan lantaran belum masuk dalam perencanaan anggaran.
“Yang dianggarkan untuk operasi timbang tahun 2026 ini baru satu kali, karena arahan dari Bunda Neni baru disampaikan,” jelasnya.
Meski demikian, Bahtiar optimistis satu kali pelaksanaan operasi timbang serentak mampu menjangkau sebagian besar balita di Kota Bontang. Menurutnya, tim pelaksana telah berkomitmen menyasar hingga 80 persen dari total sasaran.
“Dengan capaian tersebut, sebenarnya satu kali operasi timbang sudah cukup efektif,” katanya.
Selain itu, Bahtiar menambahkan bahwa pemantauan berat badan balita juga dilakukan melalui kegiatan timbang rutin yang berlangsung setiap bulan di fasilitas layanan kesehatan dan posyandu.

