Reporter: Siswandi | Editor: Buniyamin
SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman menegaskan tidak ada istilah “kursi basah dan kering” dalam struktur pemerintahan.
Seluruh pejabat, baik administrator maupun pengawas, memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjalankan roda pemerintahan dan melayani masyarakat.
“Jangan melihat ada kursi basah atau kering, tidak ada itu. Semua jabatan di pemerintahan adalah amanah dan memiliki tanggung jawab yang sama,” tegas Ardiansyah.
Penegasan tersebut disampaikan Ardiansyah usai melantik dan mengambil sumpah/janji Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutim Tahun 2026, di Gedung Meranti, Kantor Bupati Kutim pada Senin (26/01/2026).
Pelantikan tersebut dilaksanakan berdasarkan Keputusan Bupati Kutai Timur Nomor: 800.1.3.3/030/BKPSDM-MUT tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil ke dalam Jabatan Administrator dan Jabatan Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutim.
Ia menyampaikan, pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan merupakan bentuk kepercayaan pemerintah daerah dan masyarakat yang harus dijalankan dengan penuh kesungguhan dan integritas.
Menurutnya, sumpah jabatan tidak hanya diucapkan di hadapan pimpinan daerah, tetapi juga di hadapan Tuhan Yang Maha Esa.
Bupati menekankan, peran strategis pejabat administrator dan pengawas sebagai penggerak utama kebijakan, pengawasan, serta pelayanan publik.
Untuk itu, ia meminta para pejabat untuk menjadi teladan dalam disiplin, etika, dan kinerja.
Selain itu, Ardiansyah menyoroti tantangan pemerintahan yang semakin kompleks, mulai dari tuntutan tata kelola yang transparan dan akuntabel, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga pengelolaan anggaran yang efektif dan efisien.
“Pejabat harus adaptif, responsif dan berorientasi pada hasil. Layanan yang diberikan aparatur merupakan pintu pertama pemerintah yang langsung bersentuhan dengan masyarakat,” ujarnya.
Pelantikan ini juga merupakan bagian dari kebutuhan organisasi, termasuk pengisian jabatan yang kosong serta penyegaran birokrasi guna mendukung percepatan pembangunan daerah.
Sebagai informasi, pelantikan turut dihadiri Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Kabupaten Kutim Rizali Hadi, Wakil Ketua I DPRD Kutim Sayid Anjas, Koordinator Badan Intelijen Negara (BIN) Kutim, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

