Reporter: Aswin | Editor: Bambang Irawan
TENGGARONG - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan gelaran musik nasional Kukar Land tetap masuk agenda tahun 2026, meskipun daerah tengah melakukan penyesuaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Event tersebut dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026 di Kecamatan Tenggarong dan telah tercatat sebagai bagian dari kalender resmi Kukar Kaya Festival. Kukar Land dinilai menjadi salah satu ajang hiburan berskala besar yang mampu menggerakkan sektor ekonomi masyarakat.
Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, menegaskan bahwa anggaran penyelenggaraan kegiatan tersebut telah dipersiapkan secara matang dan tidak akan mengganggu program prioritas daerah, termasuk pembangunan infrastruktur maupun pelayanan publik.
“Kukar Land tetap kami laksanakan tahun ini. Penganggarannya sudah disusun dan tidak akan mengurangi alokasi pembangunan,” kata Rendi.
Ia menjelaskan, Kukar Land tidak hanya berfungsi sebagai hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menjaga pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Terlebih, di tengah dinamika kebijakan fiskal, kegiatan tersebut dianggap mampu menjaga perputaran ekonomi daerah.
Rendi menambahkan, penyelenggaraan Kukar Land pada 2023 lalu memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Aktivitas pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), jasa pariwisata, hingga pelaku industri kreatif meningkat selama kegiatan berlangsung.
Menurutnya, rencana menghidupkan kembali Kukar Land sebenarnya telah muncul sejak 2025 dan sempat diawali dengan sayembara desain logo. Namun, agenda itu harus ditunda setelah pemerintah daerah melakukan penyesuaian kebijakan fiskal demi menjaga fokus pembangunan jangka panjang.
Kepastian pelaksanaan pada 2026 disebut sebagai hasil perencanaan yang lebih komprehensif, termasuk penyesuaian skema pembiayaan dan integrasi kegiatan dalam kalender festival daerah.
“Kami ingin setiap event besar memberikan manfaat yang jelas bagi masyarakat dan selaras dengan arah pembangunan daerah,” ujarnya.
Selain Kukar Land, Pemkab Kukar juga menyiapkan Festival Pesisir Nusantara yang direncanakan berlangsung di Kecamatan Samboja pada awal 2026. Festival tersebut akan menghadirkan artis nasional sebagai upaya memperkuat promosi destinasi wisata pesisir di Kukar.
Melalui rangkaian agenda tersebut, pemerintah daerah berharap sektor pariwisata tetap tumbuh sekaligus menyediakan ruang hiburan bagi masyarakat. Di sisi lain, pengelolaan anggaran tetap dijaga agar efisien dan tidak mengesampingkan prioritas pembangunan daerah.
Pemkab Kukar optimistis Kukar Land 2026 dapat menjadi contoh penyelenggaraan event nasional yang terencana, bertanggung jawab, dan memberikan dampak luas bagi masyarakat.

