Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

Sektor Migas Masih Jadi Penopang Utama Ekonomi Kaltim, Pemprov Dorong Pengelolaan Sumur Tua dan Idle

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menghadiri Temu Bisnis bertajuk Sinergi Pengelolaan Sumur Migas Tua dan Idle untuk Kebangkitan Ekonomi Kaltim yang digelar di Gedung Olah Bebaya, Kompleks Kantor Gubernur Kaltim. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com)

BERITA TERKAIT

    Kalimantan Timur

    Sektor Migas Masih Jadi Penopang Utama Ekonomi Kaltim, Pemprov Dorong Pengelolaan Sumur Tua dan Idle

    PusaranMedia.com

    Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menghadiri Temu Bisnis bertajuk Sinergi Pengelolaan Sumur Migas Tua dan Idle untuk Kebangkitan Ekonomi Kaltim yang digelar di Gedung Olah Bebaya, Kompleks Kantor Gubernur Kaltim. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com)

    Sektor Migas Masih Jadi Penopang Utama Ekonomi Kaltim, Pemprov Dorong Pengelolaan Sumur Tua dan Idle

    Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menghadiri Temu Bisnis bertajuk Sinergi Pengelolaan Sumur Migas Tua dan Idle untuk Kebangkitan Ekonomi Kaltim yang digelar di Gedung Olah Bebaya, Kompleks Kantor Gubernur Kaltim. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com)

    Reporter: Herdiansyah | Editor: Bambang Irawan

    SAMARINDA – Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menegaskan bahwa sektor minyak dan gas bumi (migas) hingga kini masih menjadi penopang utama perekonomian daerah. Pada 2026, sekitar 70 persen Dana Bagi Hasil (DBH) Kaltim masih bersumber dari sektor migas dan batu bara.

    Hal tersebut disampaikan Seno Aji saat menghadiri Temu Bisnis bertajuk Sinergi Pengelolaan Sumur Migas Tua dan Idle untuk Kebangkitan Ekonomi Kaltim yang digelar di Gedung Olah Bebaya, Kompleks Kantor Gubernur Kaltim.

    Menurutnya, selama ini pengembangan sektor hilir migas telah cukup banyak dilakukan. Namun, sektor hulu justru relatif kurang diminati karena membutuhkan investasi besar serta memiliki tingkat risiko yang tinggi.

    Padahal, lanjutnya, Kaltim masih memiliki potensi besar dari sumur migas tua dan sumur idle yang belum dikelola secara optimal.

    “Kami ingin membuka wawasan bahwa peluang pengelolaan migas tidak hanya untuk perusahaan besar, tetapi juga dapat melibatkan pelaku usaha kecil dan menengah,” kata Seno Aji.

    Ia menilai, optimalisasi pengelolaan sumur migas tua dan idle dapat menjadi salah satu strategi untuk mendorong kebangkitan ekonomi daerah sekaligus membuka peluang usaha baru bagi pelaku ekonomi lokal.

    Seno berharap Perusahaan Daerah Migas Mandiri Pratama (Perusda MMP) dapat memperoleh peran yang lebih signifikan dalam pengelolaan migas daerah.

    “Peran tersebut diharapkan mampu memperkuat kemandirian energi sekaligus meningkatkan pendapatan asli daerah Kaltim,” tutupnya.