Reporter: Lutfi Aziz | Editor: Bambang Irawan
BONTANG – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Darul Irsyad Al Muhajirin atau Masjid Terapung, Loktuan, Bontang Utara, saat Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menghadiri Subuh berjamaah yang dirangkai dengan gerakan bersih-bersih masjid.
Namun, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda ibadah rutin Ramadan. Dari lantai masjid yang dibersihkan bersama jamaah dan pengurus takmir, menguat pesan bahwa pembangunan kota tak cukup hanya berbicara infrastruktur, tetapi juga nilai spiritual dan sosial.
Dalam sambutannya, Agus Haris menegaskan Ramadan sebagai momentum strategis untuk memperkuat ketakwaan sekaligus kepedulian sosial.
“Di bulan suci Ramadan, bulan penuh magfirah dan waktu mustajab untuk berdoa, mari kita maksimalkan ibadah. Ini kesempatan istimewa untuk melipatgandakan pahala dan meraih ketakwaan yang sebenar-benarnya,” ujarnya, Senin (2/3/2026).
Ia menilai, gerakan bersih-bersih masjid memiliki makna simbolis yang kuat. Menurutnya, menjaga kebersihan rumah ibadah bukan sekadar urusan fisik, tetapi juga cerminan kebersihan hati dan komitmen memakmurkan masjid.
“Ketika masjid kita bersih dan asri, hati dan jiwa kita pun akan merasakan ketenangan. Ini juga bagian dari membudayakan kembali semangat gotong royong dan mempererat ukhuwah Islamiah,” tegasnya.
Isu pembangunan berbasis nilai religius turut mengemuka. Agus Haris menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Bontang berupaya menyelaraskan pembangunan fisik dengan penguatan karakter masyarakat. Melalui Program Komitmen Bontang Tahun 2026, pemkot mengalokasikan anggaran Rp24 miliar untuk insentif bagi sekitar 2.000 pegiat agama.
Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk keberpihakan pada penguatan peran tokoh agama dan pemuda masjid dalam membangun peradaban kota.
Agus Haris pun mengajak seluruh elemen masyarakat pemerintah, ulama, pemuda masjid, dan warga untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dan memakmurkan masjid sebagai pusat peradaban.
“Dengan sinergi yang kuat, Kota Bontang yang kita cintai ini insyaallah senantiasa dilimpahi keberkahan,” pungkasnya.
Dari Subuh yang syahdu di Masjid Terapung, tersirat pesan bahwa arah pembangunan Bontang tak hanya menatap gedung-gedung tinggi, tetapi juga menata hati dan memperkuat kebersamaan.

