Reporter : Nur Hidayah | Editor : Buniyamin
TANJUNG REDEB – Polemik tapal batas antara Kabupaten Berau dan Kutai Timur (Kutim) yang belakangan menjadi perhatian publik akhirnya dibahas langsung oleh kedua kepala daerah.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas bertemu dengan Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman di Balikpapan, Kamis (5/3/2026).
Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk meredam polemik sekaligus mencari jalan keluar atas persoalan batas wilayah yang selama ini memicu keresahan masyarakat di kawasan perbatasan.
Beberapa wilayah yang menjadi sorotan turut dibahas dalam pertemuan tersebut, di antaranya Kampung Biatan Ilir, Kampung Biatan Ulu hingga kawasan Semindal yang selama ini masuk dalam perbincangan terkait batas administrasi kedua daerah.
Dalam pertemuan itu, Sri menegaskan, persoalan tapal batas tidak bisa dipandang sekadar sebagai garis pemisah wilayah di atas peta.
Menurutnya, persoalan tersebut berkaitan langsung dengan kepastian wilayah dan rasa aman masyarakat yang tinggal di daerah perbatasan.
“Ini bukan sekadar garis di atas peta. Ini tentang kepastian wilayah dan rasa aman masyarakat yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kedua pemerintah daerah sepakat untuk menyelesaikan persoalan tersebut melalui jalur yang tepat dengan mengacu pada data resmi serta regulasi yang berlaku. Proses penyelesaiannya juga akan melibatkan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur agar berjalan sesuai mekanisme yang ada.
Sri Juniarsih juga memahami kegelisahan yang dirasakan masyarakat akibat polemik tersebut, sehingga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang belum tentu benar.
“Saya memahami kegelisahan masyarakat. Namun saya mengajak kita semua tetap tenang dan mempercayakan proses ini kepada pemerintah,” katanya.
Ia memastikan bahwa Kabupaten Berau akan terus memperjuangkan kepentingan masyarakat dalam penyelesaian persoalan tapal batas tersebut dengan pendekatan yang bijak namun tetap tegas.
“Berau akan selalu saya perjuangkan. Bukan dengan emosi, tetapi dengan ketegasan dan tanggung jawab,” tegasnya.

