Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

Jelang Lebaran, Harga Bapokting Terus Dipantau dan Pastikan Stok LPG Aman 

Bapokting di Samarinda terus dipantau jelang hari raya. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

BERITA TERKAIT

    Kalimantan Timur

    Jelang Lebaran, Harga Bapokting Terus Dipantau dan Pastikan Stok LPG Aman 

    PusaranMedia.com

    Bapokting di Samarinda terus dipantau jelang hari raya. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

    Jelang Lebaran, Harga Bapokting Terus Dipantau dan Pastikan Stok LPG Aman 

    Bapokting di Samarinda terus dipantau jelang hari raya. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

    Reporter: Tri Agustini | Editor: Buniyamin 

    SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Perdagangan (Disdag) terus menggencarkan operasi pasar menjelang Idulfitri, sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) dan LPG bersubsidi 3 Kilogram (Kg) tetap aman di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.

    Kepala Disdag Samarinda, Nurrahmani mengatakan operasi pasar sudah mulai dilakukan di beberapa wilayah dan akan terus dilanjutkan hingga mendekati Lebaran, bahkan hingga H-1 jika diperlukan.

    “Kalau geliat harga di lapangan menggelisahkan, kami siap lakukan operasi pasar, bahkan sampai H-1 Lebaran pun biasa kita lakukan,” kata Nurrahmani.

    Ia menyebut beberapa lokasi yang sudah menjadi sasaran operasi pasar antara lain Kelurahan Mangkupalas, Rawa Makmur, Sungai Pinang Dalam, Bukit Pinang dan Sungai Kapih. 

    Beberapa waktu lalu Pemkot melakukan sidak dan komoditas yang menjadi perhatian utama adalah daging dan telur, setelah harga daging segar sempat mencapai Rp170 ribu hingga Rp175 ribu per Kg. 

    Menurutnya, pemerintah juga menyiapkan kemungkinan subsidi harga apabila diperlukan agar masyarakat tetap bisa membeli kebutuhan pokok.

    “Kalau memang memungkinkan, kita lakukan dengan konsekuensi dari Pemkot, termasuk subsidi harga supaya tetap terjangkau,” katanya.

    Selain operasi pasar, Disdag juga memastikan stok LPG bersubsidi dalam kondisi aman berdasarkan koordinasi dengan Pertamina. Karena itu, saat ini operasi pasar lebih difokuskan pada komoditas pangan.

    “Kami sudah mendapat informasi dari Pertamina bahwa ketersediaan LPG aman, tapi kalau bisa tetap disediakan LPG kalau memungkinkan,” jelasnya.

    Apalagi, kata dia, program kartu tepat sasaran untuk LPG bersubsidi masih berjalan dan berlaku hingga akhir 2026. Pemerintah juga membuka ruang pengaduan bagi masyarakat jika terjadi kelangkaan di lapangan.

    “Kalau memungkinkan ke depan akan kita perpanjang. Kalau ada kesulitan, masyarakat bisa melapor,” pungkasnya.