Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

Pemkot Bontang Siapkan Rp54 Miliar untuk Bangun Wisata Bahari Tihi-tihi

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni (Kiri), Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji (Tengah) dan Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris (Kanan). (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

BERITA TERKAIT

    Kalimantan Timur

    Pemkot Bontang Siapkan Rp54 Miliar untuk Bangun Wisata Bahari Tihi-tihi

    PusaranMedia.com

    Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni (Kiri), Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji (Tengah) dan Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris (Kanan). (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

    Pemkot Bontang Siapkan Rp54 Miliar untuk Bangun Wisata Bahari Tihi-tihi

    Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni (Kiri), Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji (Tengah) dan Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris (Kanan). (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

    Reporter: Lutfi Aziz | Editor: Buniyamin

    BONTANG – Pemerintah Kota Bontang mulai menyiapkan langkah besar untuk mengembangkan potensi wisata bahari.

    Salah satu proyek yang disiapkan adalah pembangunan destinasi wisata di Pulau Tihi-tihi yang direncanakan mulai direalisasikan pada tahun 2027.

    Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyampaikan, pengembangan kawasan tersebut tidak hanya fokus pada satu pulau, tetapi akan terintegrasi dengan beberapa pulau di sekitarnya.

    “Pada 2027 nanti, kami akan membangun destinasi wisata di Pulau Tihi-tihi yang nantinya akan tersambung dengan Pulau Nyerakat dan Pulau Selangan,” ujarnya saat kunjungan Gubernur Rudy Mas'ud bersama Wakil Gubernur Seno Aji di Bontang, Jumat (13/3/2026).

    Menurutnya, konsep pengembangan wisata tersebut diharapkan dapat menciptakan kawasan wisata bahari terpadu yang menjadi daya tarik baru bagi wisatawan di Kalimantan Timur.

    Ia optimistis kawasan tersebut nantinya mampu menjadi salah satu destinasi unggulan di provinsi ini. “Insyaallah nantinya ini akan menjadi destinasi wisata terbaik di Kalimantan Timur,” katanya.

    Untuk merealisasikan proyek tersebut, pemerintah daerah memperkirakan kebutuhan anggaran mencapai Rp54 miliar.

    Meski nilainya cukup besar, Neni menilai angka tersebut relatif kecil jika dibandingkan dengan potensi dampak ekonomi yang bisa dihasilkan.

    Menurutnya, pengembangan destinasi wisata bahari ini tidak hanya akan meningkatkan sektor pariwisata, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, khususnya di wilayah pesisir.

    “Nilai Rp54 miliar itu kecil saja bagi Provinsi Kalimantan Timur. Apalagi kalau nanti kawasan ini berkembang, tentu akan mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di Kota Bontang,” pungkasnya.

    Jika rencana tersebut berjalan sesuai target, kawasan Pulau Tihi-tihi dan sekitarnya diproyeksikan menjadi salah satu ikon wisata bahari baru di Kalimantan Timur sekaligus memperkuat posisi Bontang sebagai kota pesisir dengan potensi wisata kepulauan.