Reporter: Muhammad Luthfi | Editor: Bambang Irawan
TANA PASER - Ratusan korban kebakaran di Desa Muara Adang, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser, hingga saat ini masih membutuhkan bantuan rumah.
Sejak terjadinya kebakaran pada 26 Februari 2026 lalu, terlihat begitu banyak masuk bantuan berupa makanan dan pakaian, hingga jumlahnya melebihi kebutuhan.
“Sembako banyak sudah pak. Kami butuh rumah untuk tempat kami tinggal,” kata salah satu korban, Udin, Senin (16/3/2026).
Udin bercerita, rumah beserta isinya yang di bangun selama ini, ludes tak bersisa. Bahkan rupiah yang nilainya mendekati Rp200 juta hanya menjadi kenangan menyakitkan.
Sejak kebakaran itu terjadi, dia tinggal bersama keluarganya. Dalam satu rumah yang seharusnya hanya mampu menampung satu Kepala Keluarga (KK), dipaksa untuk dihuni tiga KK yang terdiri dari belasan orang.
“Hanya bisa meratapi, bagaimana saya dan keluarga menjalani hidup kedepannya,” sambungnya.
Tak disangka-sangka, bantuan datang bertubi-tubi. Bahkan, beberapa jam setelah kebakaran sudah ada logistik yang masuk. Dia mengakui, juga mendapatkan uang tunai dari donasi yang diterima.
Namun, uang yang dibagikan ke para korban, nilainya tak seberapa. Kalau digunakan hanya cukup menghidupi satu keluarga selama satu bulan. Lantas, bagaimana dia mau membangun hunian baru.
Udin sempat berpikir untuk menggunakan uang yang diterima itu untuk membangun rumah baru. Tapi, perlu disadari, di kawasan pesisir membutuhkan kayu keras dan kuat, seperti kayu ulin.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, harga kayu ulin saat ini berkisar antara Rp8 juta hingga Rp8,5 juta untuk satu kubiknya. Sedangkan kebutuhannya melebihi dari itu.
Sempat ada obrolan dengan Kepala Desa (Kades) Muara Adang, Kurniansyah untuk menggapai solusinya. Tapi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser tak bisa berbuat apa-apa.
Dihambat persoalan regulasi, sehingga Pemkab Paser tak bisa membangunkan rumah dari nol. Hanya bisa membantu melalui program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
“Pemerintah cuman bisa membantu melalui RTLH. Bagaimana itu bisa, sedangkan rumah kami betul-betul rata sama tanah. Sedangkan RTLH sifatnya renovasi,” tuturnya.
Sedangkan Gubenur Kalimantan Timur (Kaltim)l, Rudi Mas'ud sempat datang ke tempat kebakaran itu. Meminta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk membuatkan rumah, tapi tak kunjung terealisasi.

