Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan
BALIKPAPAN - Memasuki hari keempat Idulfitri 1447 Hijriah, empat rumah hangus terbakar di kawasan permukiman padat penduduk Gang Dji Sam Soe RT 18, Kelurahan Karang Jati, Kecamatan Balikpapan Tengah, Selasa (24/3/2026) sore.
Kebakaran tersebut berdampak pada sembilan Kepala Keluarga (KK) dengan total 25 jiwa.
Selain itu, satu orang dilaporkan mengalami luka bakar pada bagian lengan dengan perkiraan sekitar 20 persen.
Ketua RT 18, Hadi Wiyono mengungkapkan kebakaran terjadi sekitar pukul 17.00 WITA. Saat api mulai muncul, dirinya sedang berada di luar rumah.
"Kurang lebih kejadiannya jam lima sore. Saya ditelepon saat masih di Rapak, dan ketika saya datang api sudah berada di bagian atas rumah," ujarnya.
Dalam sebuah video yang beredar, api terlihat pertama kali berkobar dari rumah berwarna hijau yang memiliki bangunan dua lantai dan digunakan sebagai usaha laundry.
Hadi membenarkan bahwa api diduga berasal dari bangunan tersebut.
"Dari keterangan pemilik rumah yang tinggal di lantai atas, saat itu dia sedang tidur sehingga tidak mengetahui api berasal dari bagian loteng luar. Jadi memang api diduga dari bangunan lantai dua yang ada usaha laundry itu," jelasnya.
Salah satu pemilik rumah, Erna, mengaku tidak mengetahui pasti awal kebakaran karena saat itu dirinya sedang melaksanakan Salat Ashar.
"Awalnya ibu nggak tahu, kayaknya sih dari rumah sebelah itu, nggak tahu juga apakah. Soalnya ibu habis salat, jadi tidak tahu apa-apa," ucap Erna sambil memegang tongkat dan didampingi keluarganya.
Ia merupakan pemilik rumah yang berada di bagian belakang rumah yang diduga menjadi sumber api pertama.
Akibat kebakaran tersebut, bagian dapur rumahnya ikut terbakar. Ia menyebut peristiwa terjadi sangat cepat hingga keluarganya langsung memintanya keluar dari rumah.
"Ayo Aunty keluar dari rumah, kebakaran di rumahnya Om Arul," katanya menirukan suara keluarganya.
Dengan kondisi fisik yang terbatas, Erna mengaku sempat kebingungan saat harus keluar rumah.
"Jadi yang namanya habis salat bingung, mau lari pakai tongkat saya," tuturnya.
Ia juga tidak mengetahui secara pasti penyebab kebakaran, termasuk apakah sempat terdengar suara ledakan.
"Maaf ya, ibu nggak tahu," ujarnya.
Sementara itu, Hadi menjelaskan bahwa sebagian penghuni rumah yang diduga menjadi sumber api sedang berada di rumah sakit karena ada anggota keluarga yang sakit.
"Kebetulan yang tinggal di lantai atas satu KK, sementara dua KK lainnya sedang di rumah sakit karena bapaknya sedang sakit," kata Hadi.
Akibat kebakaran tersebut, empat rumah hangus terbakar dan berdampak pada sembilan KK dengan total 25 jiwa. Dari jumlah tersebut, terdapat tiga balita dan enam anak-anak.
"Kurang lebih ada sembilan KK dan 25 jiwa. Untuk balita ada tiga, dan anak-anak ada enam," terangnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan, Usman Ali menyampaikan, pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 17.00 WITA.
"Kebakaran terjadi di kawasan permukiman padat penduduk. Selain itu, akses menuju lokasi cukup sulit, sehingga empat rumah terbakar. Api berhasil dikuasai sekitar 40 menit, dan saat ini masih dalam proses pendinginan," kata Usman.
Dalam penanganan kebakaran tersebut, enam unit mobil pemadam kebakaran diturunkan dengan bantuan dari TNI AL, Brimob, Pertamina, dan unsur terkait lainnya.
"Untuk korban ada satu orang ibu-ibu yang mengalami luka bakar, diperkirakan sekitar 20 persen, kemungkinan di bagian lengan," ungkapnya.
Hingga petugas meninggalkan lokasi, proses pendinginan masih berlangsung di tengah kerumunan warga.
Sementara itu, arus lalu lintas di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di sekitar gapura keluar kawasan tersebut yang digunakan sebagai aktivitas pasar, masih dalam pengaturan petugas dan sempat menimbulkan kepadatan.
Selain itu, kebakaran ini juga menyisakan keluhan warga terkait hydrant yang dikabarkan tidak berfungsi saat kejadian.

