Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

K3B Dilantik, Neni Dorong Peran Paguyuban Jadi Penjaga Moral di Era Digital

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni Melakukan Penandatanganan (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

BERITA TERKAIT

    Kalimantan Timur

    K3B Dilantik, Neni Dorong Peran Paguyuban Jadi Penjaga Moral di Era Digital

    PusaranMedia.com

    Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni Melakukan Penandatanganan (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

    K3B Dilantik, Neni Dorong Peran Paguyuban Jadi Penjaga Moral di Era Digital

    Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni Melakukan Penandatanganan (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

    Reporter: Lutfi Aziz | Editor: Bambang Irawan

    BONTANG – Pelantikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Kerukunan Keluarga Kawanua Bontang (K3B) periode 2026–2031 bukan sekadar seremoni organisasi. Di momentum ini, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, justru menekankan peran strategis paguyuban sebagai benteng moral di tengah derasnya arus digitalisasi.

    Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Komite I DPD RI Andi Sofyan Hasdam dan Ketua DPW Kawanua Kaltim Stenly Mowilos. Kepengurusan baru K3B resmi dinahkodai Jericho Charles Tumede.

    Dalam sambutannya, Neni menyoroti tantangan zaman yang kini tidak hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga krisis nilai di masyarakat. Ia menilai, paguyuban seperti Kawanua memiliki posisi penting dalam menjaga keseimbangan tersebut.

    “Di tengah perkembangan teknologi, kita menghadapi tantangan krisis moral. Di sinilah peran paguyuban sangat dibutuhkan untuk menjaga nilai, budaya, dan karakter masyarakat,” ujarnya, Minggu (29/3/2026). 

    Menurutnya, kekuatan Kota Bontang justru terletak pada keberagaman yang hidup berdampingan. Ia menggambarkan perbedaan sebagai mozaik yang membentuk keindahan kota, yang harus terus dijaga melalui toleransi dan kolaborasi.

    Lebih jauh, Neni mendorong K3B tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga agen perubahan sosial yang mampu melahirkan sumber daya manusia (SDM) unggul tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan sosial. 

    “Paguyuban harus jadi contoh. Bukan hanya menjaga identitas, tapi juga membentuk SDM yang berdaya saing dan berkarakter,” tegasnya.

    Dalam kesempatan itu, Neni juga mengaitkan peran paguyuban dengan berbagai program pembangunan yang tengah digencarkan Pemkot Bontang. Mulai dari sektor pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga program sosial dan infrastruktur dasar.