Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

Kejar Target Kota Ramah Energi, Bontang Dapat Jatah Ribuan Sambungan Jargas

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni Saat Kunjungan ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

BERITA TERKAIT

    Kalimantan Timur

    Kejar Target Kota Ramah Energi, Bontang Dapat Jatah Ribuan Sambungan Jargas

    PusaranMedia.com

    Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni Saat Kunjungan ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

    Kejar Target Kota Ramah Energi, Bontang Dapat Jatah Ribuan Sambungan Jargas

    Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni Saat Kunjungan ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) (Dok:Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

    Reporter : Lutfi Aziz | Editor : Buniyamin

    BONTANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus berupaya memperluas akses energi bersih terus menunjukkan progres.

    Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni membawa kabar positif usai melakukan kunjungan ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Selasa (31/3/2026).

    Dalam pertemuan tersebut, Bontang mendapatkan tambahan kuota pemasangan jaringan gas (jargas) rumah tangga sebanyak 2 ribu sambungan pada tahun 2026.

    Tambahan ini memperkuat langkah Bontang dalam mendorong penggunaan energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. “Alhamdulillah kami mendapat tambahan 2 ribu sambungan. Jadi total ada 12.533 sambungan yang akan terpasang tahun ini,” ujar Neni.

    Dengan penambahan ini, cakupan jargas di Bontang diproyeksikan semakin meluas. Saat ini, sebanyak 14 kelurahan sudah merasakan manfaat program tersebut.

    Pemerintah juga tengah menggenjot pemasangan 10.553 sambungan yang dikerjakan oleh PT Noorel Idea dengan nilai kontrak mencapai Rp196 miliar.

    Namun demikian, masih terdapat pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Berdasarkan data Pemkot Bontang, masih ada sekitar 4.034 rumah tangga yang belum teraliri jargas, termasuk di wilayah Bontang Lestari.

    Kendati kebutuhan tersebut telah diajukan, kepastian tambahan kuota untuk menutup kekurangan itu baru akan ditentukan oleh Kementerian ESDM pada 2027 mendatang.

    Neni menegaskan, perluasan jargas bukan sekadar program infrastruktur, tetapi bagian dari strategi jangka panjang menuju kota yang lebih hemat energi dan berkelanjutan.

    “Ini bukan hanya soal sambungan, tapi bagaimana masyarakat bisa menikmati energi yang lebih murah, aman, dan ramah lingkungan,” tegasnya.

    Dengan percepatan ini, Pemkot Bontang optimistis target pemerataan akses jargas dapat segera tercapai, sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap LPG bersubsidi.