Reporter : Herdiansyah l Editor : Buniyamin
SAMARINDA - Forum dialog antara Pemerintah Provinsi Kaltim dan civitas akademika Universitas Mulawarman mendadak memanas, Selasa (31/3/2026).
Aksi protes datang dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM) Unmul yang melayangkan “kartu merah” kepada Pemprov Kaltim saat Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji tengah mengisi forum di lingkungan rektorat.
Suasana yang semula berlangsung kondusif berubah tegang ketika Ketua BEM KM Unmul, Hiththan Hersya Putra memasuki ruang dialog sambil membawa map berwarna merah sebagai simbol protes.
Ia menyampaikan peringatan keras kepada pemerintah daerah terkait sejumlah program kerja yang dinilai masih bermasalah.
Hiththan menyoroti program unggulan Pemprov Kaltim, termasuk Gratispol yang dinilai masih menyisakan berbagai persoalan di lapangan.
Masih dengan nada yang tinggi, ia juga mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam melakukan evaluasi dan perbaikan.
Tak hanya itu, isu pengadaan mobil dinas yang sempat menjadi sorotan publik dengan nilai mencapai Rp8,5 miliar turut disinggung dalam orasi tersebut.
Aksi tersebut membuat jalannya forum terganggu. Wakil Rektor Unmul, Prof Bahzar, kemudian mengambil langkah tegas dengan meminta massa BEM KM Unmul keluar dari ruangan.
Petugas keamanan kampus turut membantu mengamankan situasi agar dialog dapat kembali dilanjutkan.

