Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

Perbaikan SMPN 2 Samarinda yang Terbakar Ditaksir Capai Rp2 Miliar

Kebakaran yang melanda SMPN 2 Samairnda pada Rabu (1/4/2026). (Foto: Dok.Disdamkarmat Samarinda)

BERITA TERKAIT

    Kalimantan Timur

    Perbaikan SMPN 2 Samarinda yang Terbakar Ditaksir Capai Rp2 Miliar

    PusaranMedia.com

    Kebakaran yang melanda SMPN 2 Samairnda pada Rabu (1/4/2026). (Foto: Dok.Disdamkarmat Samarinda)

    Perbaikan SMPN 2 Samarinda yang Terbakar Ditaksir Capai Rp2 Miliar

    Kebakaran yang melanda SMPN 2 Samairnda pada Rabu (1/4/2026). (Foto: Dok.Disdamkarmat Samarinda)

    Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan 

    SAMARINDA — Setelah dilalap api pada Rabu (1/4/2026), Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bergerak cepat menindaklanjuti musibah kebakaran yang melanda SMPN 2 Samarinda yang berada di Jalan KH Ahmad Dahlan. 

    Anggaran perbaikan ditaksir mencapai Rp2 miliar, dengan prioritas utama pada pemulihan ruang kelas yang terdampak agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan optimal.

    Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda, Wahiduddin, mengungkapkan bahwa terdapat enam ruang kelas yang mengalami kerusakan, dengan rincian empat ruang di lantai atas dan dua di bagian bawah. Dari jumlah tersebut, enam ruangan dilaporkan mengalami kerusakan berat.

    “Enam kelas ini akan segera diperbaiki. Estimasi mungkin sekitar Rp2 miliar,” kata Wahidudin.

    Kerusakan yang ditimbulkan cukup signifikan. Ada sekitar 256 pasang meja dan kursi siswa hangus terbakar, bersama 32 unit kipas angin. Selain itu, delapan papan tulis, lemari kelas, serta unit pendingin ruangan (AC) turut rusak. 

    Instalasi listrik juga menjadi perhatian utama dalam proses perbaikan agar kejadian serupa tidak terulang, mengingat dugaan awal kebakaran disebabkan korsleting listrik.

    “Semua item akan diperbaiki, termasuk instalasi listrik yang memadai. Ini penting agar ke depan lebih aman,” tambahnya.

    Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Samarinda, Ibnu Arabi, memastikan bahwa Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tetap berjalan normal pascakebakaran. Pihak sekolah memanfaatkan ruang alternatif seperti laboratorium bahasa dan ruangan lain yang masih layak digunakan.

    “Tidak ada perubahan signifikan, siswa tetap belajar,” jelas Ibnu.

    Ia juga menyebutkan, dalam waktu dekat akan dilakukan uji kelayakan bangunan oleh tim dari Dinas PUPR bersama Disdikbud, khususnya untuk menentukan kondisi lantai dua yang terdampak cukup parah. Struktur bangunan di bagian tersebut dinilai rentan karena material lantai yang mudah rapuh, terlebih setelah atap terbuka dan terpapar cuaca.

    Ia berharap proses pembangunan kembali dapat dimulai pada Mei mendatang, sesuai arahan wali kota. Perbaikan ini diharapkan dapat segera mengembalikan kenyamanan dan keamanan lingkungan belajar bagi para siswa.

    “Kita lihat setelah uji kelayakan,” pungkasnya.