Reporter : Herdiansyah l Editor : Buniyamin
SAMARINDA - Kader Partai Gerindra Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, mengkritik pernyataan Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, terkait penunjukan Hijrah Mas’ud dalam Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP).
Reza menilai, pernyataan gubernur yang membandingkan peran Hijrah dengan tokoh nasional Hashim Djojohadikusumo justru memperkeruh suasana. Ia menyebut perbandingan tersebut tidak tepat dan berpotensi menyesatkan opini publik.
“Ini bukan soal siapa yang dibandingkan, tapi soal konteks. Tidak bisa menyamakan kondisi daerah dengan nasional begitu saja,” kata Reza.
Menurutnya, posisi strategis di pemerintahan daerah harus diisi dengan pertimbangan objektif, profesional, dan bebas dari kesan kedekatan personal.
Ia mengingatkan bahwa publik saat ini semakin kritis terhadap setiap kebijakan yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.
Lebih lanjut, Reza menekankan bahwa pernyataan pejabat publik seharusnya mampu meredam polemik, bukan justru memperbesar kontroversi. Ia pun meminta agar pemerintah provinsi lebih berhati-hati dalam menyampaikan narasi ke ruang publik.
“Kalau tidak dikelola dengan baik, ini bisa menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,” tegasnya.
Sebelumnya, Gubernur Rudy Mas’ud menyampaikan pembelaan atas penunjukan Hijrah Mas’ud di TGUPP dengan menyebut bahwa di tingkat nasional pun terdapat figur keluarga yang memiliki peran strategis. Pernyataan ini kemudian menuai respons beragam dari berbagai kalangan.

