Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan
SAMARINDA – Dinas Perdagangan Kota Samarinda angkat bicara terkait kondisi pedagang yang berjualan hingga meluber ke tengah koridor Pasar Pagi. Fenomena ini sempat viral dan memicu sorotan publik karena dinilai mengganggu ketertiban kawasan pasar beberapa waktu lalu.
Kepala Dinas Perdagangan Samarinda, Nurrahmani, menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipicu oleh pedagang yang telah mendapatkan kios namun tidak menempatinya, dan justru memilih berjualan di luar.
“Ada pedagang yang sudah dapat lapak tapi tidak mau masuk. Bahkan ada yang lapaknya ditempati keluarganya, sementara dia sendiri berjualan di luar,” jelas Nurrahmani.
Menurutnya, kondisi ini kemudian memicu pedagang lain untuk ikut berjualan di luar kios. Akibatnya, koridor pasar yang seharusnya menjadi jalur pengunjung justru dipenuhi aktivitas jual beli.
“Ini yang sedang kami tertibkan,” tegasnya.
Ia menyebut Dinas Perdagangan telah melayangkan teguran bertahap kepada pedagang yang melanggar, mulai dari teguran pertama hingga kedua. Namun hingga kini masih ada pedagang yang belum mengindahkan peringatan tersebut.
Sebagian pedagang beralasan enggan menempati kios karena sepi pembeli. Namun, alasan itu dinilai tidak tepat, mengingat kondisi pasar belum sepenuhnya terisi dan distribusi kios masih berlangsung.
“Kalau semua tertib di dalam, maka kondisi sepi atau ramai itu dirasakan bersama. Tapi karena ada yang di luar, yang di dalam jadi ikut keluar,” jelasnya.
Saat ini, proses pembagian kios masih berjalan dan belum seluruhnya terisi. Oleh karena itu, Dinas Perdagangan belum dapat menilai secara menyeluruh tingkat keramaian tiap blok.
Ke depan, penertiban akan diperketat dengan melibatkan tim gabungan. Selain melanjutkan ke tahap teguran ketiga, Dinas Perdagangan juga mempertimbangkan melibatkan Satpol PP dan aparat kepolisian dalam proses penertiban di lapangan.
Langkah penertiban ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi Pasar Pagi sebagai ruang perdagangan yang tertib, nyaman, dan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para pedagang.
“Kami akan lanjutkan teguran ketiga. Tim juga akan diperkuat, termasuk kemungkinan melibatkan pihak kepolisian untuk memastikan penertiban berjalan aman,” pungkasnya.

